Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Napi Tewas Dianiaya Teman, Lapas Blitar Perketat SOP Pengamanan

Napi Tewas Dianiaya Teman, Lapas Blitar Perketat SOP Pengamanan

napi-tewas-dianiaya-teman,-lapas-blitar-perketat-sop-pengamanan
Napi Tewas Dianiaya Teman, Lapas Blitar Perketat SOP Pengamanan
service

Blitar (beritajatim.com) – Tewasnya warga binaan berinisial H di Lapas Kelas IIB Blitar menjadi alarm bagi sistem pengamanan internal pemasyarakatan. Insiden ini menjadi tamparan bagi standar pengamanan di Lapas Blitar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar Romi Novitrion menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengawasan.

Lapas Blitar berjanji akan memperketat mekanisme kontrol keliling (troling) di setiap blok hunian sebagai bentuk deteksi dini. Langkah ini dilakukan agar semua titik dalam sel bisa terawasi dan insiden kekerasan antar napi tak terulang kembali.

“Kami akan maksimalkan pengawasan melalui kontrol keliling blok sebagai mitigasi risiko. Seluruh jajaran diperintahkan bekerja sesuai SOP dengan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan dan keterbukaan,” ungkap Romi pada Selasa (13/01/2026).

Evaluasi ini dilakukan usai seorang warga binaan berinisial H tewas setelah dianiaya oleh 2 narapidana yakni I dan D. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Sebagai langkah awal, Lapas Blitar pun langsung memindahkan para pelaku ke sel isolasi khusus. Selain dipisahkan dari populasi umum, para pelaku juga dijatuhi sanksi administrasi paling berat dalam sistem pemasyarakatan.

“Kami telah memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Mereka ditempatkan di sel isolasi, dicatat dalam Register F (pelanggaran berat), serta dicabut haknya untuk mendapatkan remisi maupun pembebasan bersyarat,” tegas Romi Novitrion.

Sanksi Register F ini secara otomatis menutup rapat peluang bagi pelaku untuk mendapatkan keringanan hukuman apa pun di masa depan, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hilangnya nyawa sesama warga binaan.

Terkait perkembangan kasus hukum, Romi menjelaskan bahwa proses penyidikan kini sepenuhnya berada di tangan Polres Blitar Kota. Pihak Lapas mengklaim kooperatif dalam memberikan data, rekaman, hingga kesaksian yang dibutuhkan penyidik.

Saat ini, fokus utama tim penyidik adalah menunggu hasil autopsi jenazah H untuk memastikan penyebab pasti kematian secara medis. “Lapas Blitar berkomitmen untuk terbuka dan terus membantu pihak kepolisian. Kami siap memberikan data-data yang dibutuhkan agar proses ini benderang,” imbuhnya. (owi/but)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.