Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Nestapa Nelayan Ketika Perairan Pesisir Bekasi Kian Tercemar

Nestapa Nelayan Ketika Perairan Pesisir Bekasi Kian Tercemar

nestapa-nelayan-ketika-perairan-pesisir-bekasi-kian-tercemar
Nestapa Nelayan Ketika Perairan Pesisir Bekasi Kian Tercemar
service

Air laut di perairan pesisir Desa Pantai Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong, Jawa Barat, berwarna cokelat hingga kehitaman. Keruh. Di sekitar banyak kapal tongkang dan kapal nelayan bersandar. Sejak 2017, nelayan mengeluhkan pencemaran yang menyebabkan tangkapan ikan  kian menurun. Akhir April lalu, perahu nelayan berukuran satu gross ton ramai lalu lalang di muara sungai di Desa Pantai Harapanjaya. Abdul Rahman, nelayan Pantai Harapanjaya sedang bersiap melaut membawa kotak es dan alat tangkap udang, sore itu. Dia menjaga agar bubu tak tersangkut kapal tongkang. Setelah 16 jam berlalu, pria yang sudah belasan tahun menjadi nelayan itu menghela napas berat. Rahman hanya membawa hasil tangkapan sedikit, satu kilogram udang peci berukuran kecil hingga sedang. “Ini gak wajar, 30 meter bubu udang isinya cuman sekilo[gram],” kata Rahman pada April lalu. “Paling segini harganya cuman Rp30.000.” Sedimentasi laut di wilayah pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat akibat limbah industri. Foto: Indah Suci Safitri/ Mongabay Indonesia Penurunan hasil tangkap ini mulai dia rasakan sejak 2017. Melaut pun jadi lebih jauh. Dulu, dia tak perlu melaut hingga 4 kilometer karena dengan mudah dapatkan ikan di pesisir. “Dulu, dipinggir aja kita udah dapat udang,” kenangnya. Dia yakin, kondisi ini terjadi karena pencemaran laut dan pesisir akibat aktivitas industri. Dia menduga ini berasal dari limbah batubara PLTU Babelan dengan pengelola PT Cikarang Listrindo Tbk. Kelompok Nelayan Pantai Harapanjaya pun merasa hal sama dengan Rahman. Muhammad David, Ketua Koperasi Nelayan Pantai Harapanjaya mengatakan, sempat mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi mengadukan sedimentasi yang menghalangi jalur tangkap nelayan itu.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.