Wed,27 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengapa Dinosaurus Punah, Dan Mamalia Bertahan Hidup Saat Asteroid Menghantam Bumi?

Mengapa Dinosaurus Punah, Dan Mamalia Bertahan Hidup Saat Asteroid Menghantam Bumi?

mengapa-dinosaurus-punah,-dan-mamalia-bertahan-hidup-saat-asteroid-menghantam-bumi?
Mengapa Dinosaurus Punah, Dan Mamalia Bertahan Hidup Saat Asteroid Menghantam Bumi?
service

Sekitar 66 juta tahun silam, sebuah asteroid raksasa menghantam Bumi dengan kekuatan yang mengubah sejarah kehidupan selamanya. Peristiwa ini memicu malapetaka global: batuan superpanas terlontar ke atmosfer hingga memanaskan udara mencapai 226 derajat Celsius, tsunami setinggi satu mil menyapu daratan, dan kebakaran hutan meluas ke berbagai benua. Lebih jauh lagi, partikel sulfur yang meluncur ke atmosfer menghalangi sinar matahari selama satu dekade, memicu musim dingin nuklir dan hujan asam yang merusak rantai makanan secara permanen. Sebanyak 75 persen spesies di Bumi punah dalam peristiwa yang kini dikenal sebagai kepunahan Kapur-Paleogen, termasuk dinosaurus non-unggas yang selama jutaan tahun mendominasi daratan. Namun di tengah kehancuran total itu, beberapa garis keturunan mamalia, burung purba, dan kura-kura berhasil selamat. Mereka bukan sekadar beruntung; ada kombinasi faktor biologis, ekologis, dan perilaku yang secara tidak sengaja mempersiapkan mereka untuk dunia yang sama sekali berbeda. Pertanyaannya: mengapa raksasa-raksasa itu tumbang, sementara nenek moyang mamalia justru lolos? Ukuran Tubuh: Keunggulan yang Berubah Jadi Kutukan Dalam paleontologi, ukuran tubuh sering menjadi variabel utama dalam ketahanan terhadap perubahan iklim. Peneliti menekankan bahwa bagi apex predator seperti atau herbivora raksasa seperti Triceratops, ukuran yang sebelumnya merupakan keunggulan evolusioner justru menjadi beban mematikan saat bencana terjadi. Selama puluhan juta tahun, tubuh besar memberi mereka keunggulan dalam berburu, mempertahankan wilayah, dan bersaing memperebutkan sumber daya. Namun dalam hitungan bulan setelah hantaman asteroid, semua keunggulan itu berbalik arah. Hewan-hewan berukuran besar membutuhkan asupan energi luar biasa untuk mempertahankan metabolisme mereka. Seekor T. rex dewasa diperkirakan membutuhkan ratusan kilogram daging setiap minggu. Ketika ekosistem kolaps…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.