Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. PBNU: Proklamasi RI Bukan Sekadar Peristiwa Kebangsaan, tapi Peradaban

PBNU: Proklamasi RI Bukan Sekadar Peristiwa Kebangsaan, tapi Peradaban

pbnu:-proklamasi-ri-bukan-sekadar-peristiwa-kebangsaan,-tapi-peradaban
PBNU: Proklamasi RI Bukan Sekadar Peristiwa Kebangsaan, tapi Peradaban
service

Jakarta, NU Online 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia memiliki makna jauh lebih mendalam dari sekadar peristiwa kebangsaan. Ia menyebutnya sebagai sebuah peristiwa peradaban.

“Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya peristiwa kebangsaan. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah peristiwa peradaban,” ujar Gus Yahya dalam amanat pesan peringatan Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Gus Yahya menjelaskan bahwa visi mulia yang diusung oleh Proklamasi Kemerdekaan menegaskan prinsip dasar bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Sehingga menurutnya, segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. 

“Kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu maka, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, atas nama Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan PBNU, Gus Yahya mengucapkan selamat memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 RI. 

“Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia, selamat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2026,” ucapnya.

“Semoga dengan inspirasi dari Proklamasi Kemerdekaan itu, bangsa Indonesia, peradaban umat manusia akan menemukan jalan yang lebih lempang menuju masa depan peradaban yang lebih mulia,” lanjut Gus Yahya. 

Melansir situs web resmi Presiden RI, HUT Ke-81 RI mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Tema tersebut pertama kali diumumkan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro bersamaan dengan peluncuran polling pemilihan logo HUT ke-81 RI di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (24/62026).

Tema tersebut menjadi identitas utama perayaan kemerdekaan Indonesia pada 2026. Pemerintah menjelaskan bahwa tema tersebut menjadi landasan dalam penyusunan identitas visual HUT ke-81 RI, termasuk logo yang digunakan secara nasional.

Tema tersebut menggambarkan arah besar yang ingin dibangun, yakni Indonesia yang memiliki kedaulatan, keadilan dan kemakmuran sebagai bagian dari cita-cita kehidupan berbangsa.

Adapun makna dari tema tersebut, kata “berdaulat” merujuk pada kemandirian bangsa dalam menentukan arah masa depannya sendiri, mencakup kedaulatan politik, pangan, energi, hingga teknologi tanpa intervensi pihak luar. 

Kata “adil” menegaskan pemerataan kesempatan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, hingga perlindungan hukum dari Sabang sampai Merauke. 

Sementara “makmur” menggambarkan cita-cita kesejahteraan yang benar-benar dirasakan rakyat, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi di atas kertas.

Sedangkan, logo terpilih kali ini merupakan karya Fajar Novario, desainer asal Padang, yang meraih suara terbanyak sebesar 44,73 persen. Ia berhasil menerjemahkan tema besar “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ke dalam bentuk visual. 

Berbeda dengan perayaan terdahulu, penentuan logo HUT Ke-81 RI melibatkan partisipasi publik secara langsung berdasar arahan Presiden RI, Prabowo Subianto. Melalui jajak pendapat (polling) terbuka, masyarakat diminta memilih satu dari lima desain terbaik yang telah lolos tahap penjurian dan kurasi pemerintah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.