Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Pekerja Konservasi: Profesi yang Dibangun di Atas Harapan, Tertekan oleh Kehilangan

Pekerja Konservasi: Profesi yang Dibangun di Atas Harapan, Tertekan oleh Kehilangan

pekerja-konservasi:-profesi-yang-dibangun-di-atas-harapan,-tertekan-oleh-kehilangan
Pekerja Konservasi: Profesi yang Dibangun di Atas Harapan, Tertekan oleh Kehilangan
service

Tulisan ini dibangun berdasarkan laporan dan refleksi mereka, dan juga mengacu pada karya saya sebelumnya, termasuk  Tekanan diam-diam konservasi: Para pelindung alam menghadapi krisis kesehatan mental, bersama dengan tulisan lain yang telah saya buat tentang kehilangan, kesedihan, dan ketahanan di lapangan. Tulisan ini juga sejalan dengan Proyek Obituari Alam, serangkaian penghormatan kepada para konservasionis, ilmuwan, dan pembela lingkungan yang telah berpulang kepada Pencipta, yang berakar pada keyakinan bahwa orang-orang yang melindungi kehidupan di Bumi bukanlah orang yang dapat dikorbankan. Saya tidak menulis sebagai seorang klinisi di sini. Saya menulis sebagai seseorang yang mendengarkan apa yang terus digambarkan oleh para konservasionis, di berbagai peran dan wilayah. Tulisan asli artikel ini ada di tautan ini. ***** Ada jenis kelelahan tertentu yang tidak semata berasal dari jam kerja yang panjang. Ia muncul dari kebiasaan untuk terus memperhatikan. Para pekerja konservasi dilatih untuk melihat hal-hal yang sering luput dari perhatian: terumbu karang yang kehilangan warna dan vitalitasnya, hutan yang tak lagi dipenuhi burung seperti dulu, sungai yang membawa semakin sedikit kehidupan dari musim ke musim. Mereka dilatih untuk menghitung, mengukur, dan mendokumentasikan perubahan dengan disiplin. Namun mereka juga orang-orang yang memasuki bidang ini karena kecintaan pada sesuatu di luar diri mereka: spesies, tempat, dan dunia hidup yang dianggap layak untuk dilindungi. Cinta itu bukan kelemahan. Ia adalah sumber tenaga. Namun belakangan, ia juga menjadi sumber rasa sakit. Jalan setapak di Pulau Waigeo, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Foto: Rhett Ayers Butler Pada akhir 2024, Rachel Graham, ilmuwan kelautan sekaligus direktur eksekutif MarAlliance yang berbasis…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.