Sat,5 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Penanganan Bencana di Aceh-Sumatra Jadi Prioritas, Gus Yahya Siapkan Koordinasi Nasional

Penanganan Bencana di Aceh-Sumatra Jadi Prioritas, Gus Yahya Siapkan Koordinasi Nasional

penanganan-bencana-di-aceh-sumatra-jadi-prioritas,-gus-yahya-siapkan-koordinasi-nasional
Penanganan Bencana di Aceh-Sumatra Jadi Prioritas, Gus Yahya Siapkan Koordinasi Nasional
service

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi prioritas utama PBNU dalam beberapa saat ke depan.

Hal itu ia sampaikan usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebencanaan PBNU, di Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Gus Yahya menjelaskan bahwa seluruh perangkat PBNU harus fokus untuk mempercepat respons kemanusiaan. Ia menyebut bencana di Sumatra sebagai situasi darurat yang memerlukan gerak cepat, kolaboratif, dan tanpa hambatan.

Gus Yahya kemudian menyiapkan koordinasi nasional dengan mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari LPBINU, LAZISNU, LKKNU, LKNU, dan unit khusus NU Care/NU Peduli untuk merespons bencana secara terstruktur. Seluruh lembaga tersebut kini berada dalam satu sistem komando penanganan kebencanaan.

Menurutnya, progres lapangan sangat cepat dalam beberapa hari terakhir terutama soal penggalangan dana untuk kebencanaan di Indonesia.

“Ini kemudian telah kita susun jadi satu khas khusus untuk penanggulangan kebencanaan ini dan mereka sudah bekerja dengan progres yang cukup cepat. Sekarang dalam waktu beberapa hari ini yang sudah berhasil digalang resolusi yang sudah berhasil digalang misalnya yang sudah di tangan sudah tidak kurang dari 1 miliar rupiah. Besok insyaallah akan masuk lagi sekitar lebih dari Rp2 miliar,” ujar Gus Yahya.

Ia menegaskan bahwa dukungan dana tersebut berasal dari berbagai aktivitas kemanusiaan di dalam dan luar negeri, termasuk sinergi dengan lembaga filantropi global.

Selain itu, NU telah membangun sejumlah posko kemanusiaan yang kini terus bertambah. Gus Yahya sebut PBNU akan segera merilis laporan resmi perkembangan penanganan bencana untuk memastikan keterbukaan informasi publik.

Untuk memperkuat koordinasi, Gus Yahya menunjuk Wasekjen PBNU H Muhammad Faesal sebagai Ketua Satgas Kebencanaan PBNU. Satgas ini akan memimpin dan mengonsolidasikan seluruh lembaga terkait agar penanganan bencana berjalan terpadu.

Tim satgas diberi instruksi untuk berkoordinasi intensif dengan BNPB, Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah dan lainnya.

“Saya tadi mengarahkan pada teman-teman yang menanggung jawab ini untuk melakukan koordinasi secara intensif dan konstruktif dengan lembaga-lembaga lain yang relevan khususnya dengan pemerintah, dengan BNPB, termasuk juga dengan pemerintah daerah,” tegasnya.

Gus Yahya juga membuka kemungkinan akan turun langsung ke lokasi bencana untuk menengok secara langsung kondisi bencana tersebut.

“Mudah-mudahan dalam waktu 1-2 hari saya juga bisa datang ke daerah yang terkena, mungkin ke Aceh, Sumatra Barat, atau Sumatra Utara, untuk engage (melibatkan) dengan pihak-pihak di sana,” ujarnya.

Meski penanganan bencana menjadi prioritas, Gus Yahya menegaskan bahwa program-program strategis PBNU tetap harus berjalan.

Beberapa program yang ia tekankan di antaranya program makan bergizi gratis, dengan satgas khusus.

“Sudah ada lebih dari 500 titik SPPG yang sudah mendapatkan otorisasi lebih 200 yang sudah jalan dapur-dapurnya dan ada sekitar lebih 500 lagi yang sedang dalam proses verifikasi,” terangnya.

Kemudian Sekolah Manajemen Pesantren (SMP) RMINU, yang menurut Gus Yahya harus diteruskan tanpa hambatan.

Lalu Program Pertanian PBNU, yang mengelola lebih dari 400 ribu hektare lahan milik warga NU untuk pangan, perkebunan, dan kebutuhan strategis lainnya.

Seluruh program tersebut, kata Gus Yahya, tidak boleh terpengaruh dinamika internal organisasi.

“Ini semua tadi dilaporkan dan kita tegaskan untuk terus dijalankan tanpa boleh ada gangguan sedikit pun,” pungkasnya.

Para dermawan bisa donasi lewat NU Online Super App dengan mengklik banner “Darurat Bencana” yang ada di halaman Beranda atau via web filantropi di tautan berikut: https://filantropi.nu.or.id/solidaritasnu.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.