Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Pengamat nilai riset energi ASEAN penting hadapi ancaman pasokan

Pengamat nilai riset energi ASEAN penting hadapi ancaman pasokan

pengamat-nilai-riset-energi-asean-penting-hadapi-ancaman-pasokan
Pengamat nilai riset energi ASEAN penting hadapi ancaman pasokan
service

Jakarta (ANTARA) – ​​​​​​Pengamat Hubungan Internasional Teuku Rezasyah menilai penelitian mendalam mengenai kedudukan energi di masing-masing negara ASEAN penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan pasokan energi global.

Dosen Hubungan Internasional di President University itu mengatakan kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, bahwa penelitian diperlukan untuk melihat kondisi energi negara-negara ASEAN, baik sebelum maupun setelah serangan Amerika Serikat ke Iran.

Ia menilai negara-negara ASEAN memiliki kebutuhan dan ketergantungan energi yang berbeda-beda. Sejumlah negara masih sangat bergantung pada minyak bumi, sementara negara lain mulai mendorong diversifikasi energi.

Terkait dorongan negara-negara ASEAN untuk mempercepat ratifikasi ASEAN Framework Agreement on Petroleum Security (APSA), Rezasyah memperkirakan implementasi skema tersebut tidak akan mudah dicapai.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara berpenduduk besar dengan pembangunan di banyak wilayah membutuhkan energi minyak jauh lebih besar dibandingkan negara ASEAN lain yang lebih kecil.

“Tidak mustahil akan terlahir stigma baru, di mana Indonesia sebagai konsumen terbesar menggunakan mekanisme ASEAN sebagai kekuatan tawar baru dalam berhubungan dengan negara-negara eksportir minyak,” katanya.

Baca juga: Ratifikasi kesepakatan berbagi minyak ASEAN selesai sebelum KTT ke-49

Rezasyah menilai Indonesia perlu meningkatkan diversifikasi energi yang tersedia melimpah, seperti energi surya, energi angin, energi panas bumi, dan energi yang diolah dari sampah.

Ia juga menilai Indonesia perlu mempertimbangkan kembali pembangunan fasilitas nuklir untuk tujuan damai.

Lebih lanjut, ia mengatakan tingginya kredibilitas global Indonesia berpotensi membuka dukungan dari berbagai negara maju, termasuk Amerika Serikat, Rusia, China, Australia, dan Jepang.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memastikan proses ratifikasi APSA akan diselesaikan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN pada akhir tahun ini.

Kesepakatan tersebut memungkinkan negara-negara ASEAN saling membantu saat terjadi kelangkaan bahan bakar sekaligus memperkuat kerja sama kawasan di sektor energi.

“Para pejabat negara telah menerima instruksi dari para pemimpin mereka bahwa proses ratifikasi APSA harus dipercepat oleh semua negara anggota,” kata Kao Kim Hourn dalam konferensi pers terkait hasil KTT ke-48 ASEAN di Sekretariat ASEAN Jakarta, Senin.

Baca juga: Pengamat: Ratifikasi APSA penting perkuat ketahanan energi ASEAN

Baca juga: Para pemimpin ASEAN prioritaskan keamanan pangan dan ketahanan energi

Baca juga: ASEAN percepat mekanisme berbagi energi, interkoneksi listrik

Pewarta: Katriana
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.