Sat,15 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kasus Penyelundupan Merkuri Lewat Tanjung Perak ke Afrika, Usut sampai ke Akarnya

Kasus Penyelundupan Merkuri Lewat Tanjung Perak ke Afrika, Usut sampai ke Akarnya

kasus-penyelundupan-merkuri-lewat-tanjung-perak-ke-afrika,-usut-sampai-ke-akarnya
Kasus Penyelundupan Merkuri Lewat Tanjung Perak ke Afrika, Usut sampai ke Akarnya
service

Bea Cukai Tanjung Perak, Surabaya dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) menyita  3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar, Jumat (24/7/26). Merkuri ini  akan mereka bawa ke Burkina Faso, Afrika Barat. Dalam aksinya, pelaku menyembunyikan cairan kimia itu di antara tumpukan karton keramik. “Hasil analisis intelijen dan ada ketidaksesuaian antara dokumen dengan bobot kontainer,” kata Agus Cahyono, Kepala Bea Cukai Tanjung Perak, Senin (10/8/26). Kecurigaan petugas makin kuat setelah dipindai dengan x ray, terdeteksi ada botol di antara tumpukan karton keramik.   Pelaku menggunakan modus concealment, yakni,  menyembunyikan merkuri cair di dalam botol plastik dan jeriken di sela-sela palet keramik. Kemudian mereka lapisi aluminium foil agar sulit terdeteksi mesin pemindai. Dari pemeriksaan terhadap isi kontainer berkapasitas 20 feet itu, petugas temukan ketidaksesuaian antara dokumen ekspor dengan isi kontainer. Dokumen ekspor menyatakan,  muatan berupa 900 karton keramik dengan berat 11.000 kilogram.  Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan 826 karton. Selain itu, petugas juga temukan 251 botol plastik dan 71 jeriken berisi cairan berwarna perak (silver) yang tersembunyi di dalam palet keramik dengan berlapis aluminium foil. Bea Cukai mengecek cairan di dalam botol dan jeriken ke Balai Laboratorium Bea Cukai Surabaya. Hasilnya, cairan itu ternyata merkuri. Berdasarkan dokumen ekspor, barang akan pelaku kirim ke Burkina Faso, salah satu negara penghasil emas. Kuat dugaan, merkuri jadi sebagai bahan pendukung aktivitas pertambangan emas di negara yang menempatkan sektor pertambangan sebagai penyumbang utama nilai ekspor nasional itu. Merkuri yang dikemas dalam botol bekas air kemasan. Foto: Bea Cukai Tanjung Perak, Surabaya. Rusman Hadi, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.