Yuk, segera ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Pada tahun 2017, orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) resmi menjadi spesies yang baru dan terpisah dari taksonomi orangutan sumatera. Penelitian oleh Nater dkk. (2017) menemukan bahwa orangutan Tapanuli sudah berpisah jalur evolusi dari orangutan sumatera sejak sekitar 3,38 juta tahun lalu karena letusan supervolcano Gunung Toba di masa lampau. Akibat bencana alam itu, habitat kedua populasi ini terpisah selama jutaan tahun. Orangutan tapanuli merupakan garis keturuan tertua yang masih bertahan dalam genus Pongo. Habitatnya hanya ada di kawasan Batang Toru, Sumatera Utara. Populasinya terbagi menjadi tiga metapopulasi, yaitu Batang Toru Barat, Batang Toru Timur, dan Sitandang-Sibualbuali. Ketiganya terpisah oleh jalan, lahan pertanian, dan berbagai bentang alam lain, sehingga perpindahan individu maupun aliran gen antarpopulasi jadi sulit terjadi. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh A.N. Hadi dkk. (2021-2023), jumlah orangutan Tapanuli diperkirakan hanya mencapai 716 individu, dengan kisarab 645 hingga 792 individu. Batang Toru Barat menjadi rumah bagi populasi terbanyak, sekitar 514 individu, disusul Batang Toru Timur dengan 159 individu, dan Sitandang-Sibualbuali yang hanya dihuni sekitar 43 individu. Berikut beberapa fakta tentang orangutan ini: 1. Ciri dan fakta orangutan tapanuli Keberadaan orangutan tapanuli yang selama ini hanya ada di hutan Batang Toru, ternyata ditemukan di hutan gambut Desa Lumut Maju, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia Secara fisik, orangutan tapanuli punya tengkorak dan tulang rahang lebih kecil, rambut lebih tebal dan keriting dibandingkan kerabatnya. Jantan dewasa punya bantalan pipi besar dan datar, sedangkan betina punya rambut…This article was originally published on Mongabay
Kenali Orangutan Tapanuli dan Ancamannya
Kenali Orangutan Tapanuli dan Ancamannya





Comments are closed.