Wed,29 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kisah Buaya Jadi-jadian dan Manusia, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Kisah Buaya Jadi-jadian dan Manusia, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

kisah-buaya-jadi-jadian-dan-manusia,-cerita-rakyat-dari-manggarai-nusa-tenggara-timur
Kisah Buaya Jadi-jadian dan Manusia, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur
service

Kisah Buaya Jadi-jadian dan Manusia, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur | Pexels/Petr Ganaj


Ada sebuah cerita rakyat dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur tentang kisah seekor buaya jadi-jadian dan manusia yang ada di sana. Cerita rakyat ini bercerita tentang seekor buaya jadi-jadian yang menyamar menjadi seorang manusia dan hidup bersama mereka di sebuah kampung.

Berikut kisah lengkap dari cerita rakyat Manggarai, Nusa Tenggara Timur tersebut.

Kisah Buaya Jadi-jadian dan Manusia, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Dikutip dari buku Cerita Rakyat Manggarai, alkisah pada zaman dahulu hiduplah seekor buaya jadi-jadian. Buaya ini bisa menyamar selayaknya manusia.

Sebelum menyamar, buaya tersebut akan melepaskan semua kulit yang dia kenakan. Setelah itu, buaya tersebut akan menyembunyikan kulitnya itu.

Nantinya buaya tersebut akan berbaur dengan manusia lainnya. Rahasia ini bisa dia jaga selama bertahun-tahun lamanya.

Berkat persembunyiannya ini, buaya tersebut bisa hidup di kampung manusia bersama-sama. Dia pun beraktivitas layaknya manusia pada umumnya.

Pada suatu malam, masyarakat yang ada di sana diundang oleh kampung yang berada di sebarang. Di kampung tersebut tengah diselenggarakan pesta secara besar-besaran.

Masyarakat kampung tentu antusias menerima undangan tersebut. Apalagi mereka bisa mendapatkan hiburan dengan menghadiri pesta yang diadakan di kampung itu.

Semua masyarakat pun sepakat untuk pergi ke sana. Buaya jadi-jadian ini pun juga ikut diajak untuk pergi bersama mereka menghadiri pesta tersebut.

Hari diselenggarakan pesta pun tiba. Masyarakat pun berkumpul untuk pergi bersama.

Sebelum berangkat, buaya melepaskan kulitnya terlebih dahulu. Setelah itu, dia menyembunyikan kulit tersebut di dalam sebuah ruas bambu.

Tanpa sadar, hal ini diperhatikan oleh seorang anak di celah dinding. Dia pun langsung melaporkan hal tersebut pada sang ibu yang tidak ikut pergi berpesta.

Pada awalnya sang ibu tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh anaknya. Dia pun pergi ke tempat buaya menyembunyikan kulitnya.

Benar saja, ibu tersebut menemukan kulit buaya di dalam ruas bambu tersebut. Alangkah terkejutnya sang ibu begitu mengetahui ada buaya jadi-jadian di tengah mereka.

Sang ibu kemudian mengambil kulit buaya tersebut dan membawanya pulang ke rumah. Setibanya di rumah, dia langsung membakar kulit buaya tersebut hingga habis tak bersisa.

Beberapa hari kemudian, rombongan masyarakat, termasuk buaya tersebut kembali dari kampung sebelah. Sang buaya langsung pergi menuju rumah dan ke ruas bambu tempat dia menyembunyikan kulitnya.

Namun setibanya di sana, dia tidak menemukan kulit yang disembunyikan sebelumnya. Buaya tersebut kemudian mencari kulit tersebut di sisi rumah.

Meskipun demikian, usaha yang dia lakukan tidak membuahkan hasil. Muncullah kecurigaan buaya jika ibu dan anak yang ada di dekat rumahnya adalah pelakunya.

Buaya tersebut kemudian langsung mendatangi rumah sang ibu. Dia menanyakan perihal kulit buaya yang dia sembunyikan.

Sang ibu tentu ketakutan begitu didatangi buaya. Namun dia berhasil menahan rasa takutnya dan menjawab jika tidak tahu menahu soal kulit buaya.

Bahkan sang ibu mencoba menjebak buaya tersebut. Dia bertanya mengapa dirinya mencari kulit buaya di sana.

Padahal tidak ada seekor pun buaya yang terlihat di kampung mereka. Karena tidak ingin rahasianya terbongkar, buaya tersebut memilih bungkam dan meninggalkan rumah ibu tersebut.

Sejak saat itu, buaya tersebut menjadi manusia seutuhnya. Dia tidak bisa kembali ke wujud buaya tanpa kulit yang dimilikinya.

Di sisi lain, sang ibu tetap menjaga rahasia yang dia ketahui. Dia juga tidak ingin dirinya beserta sang anak mendapatkan marabahaya dari sosok buaya jadi-jadian tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.