Mon,3 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Arab Saudi untuk Membangun Ekosistem Perekonomian Haji

Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Arab Saudi untuk Membangun Ekosistem Perekonomian Haji

perkuat-kemitraan-strategis-indonesia-arab-saudi-untuk-membangun-ekosistem-perekonomian-haji
Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Arab Saudi untuk Membangun Ekosistem Perekonomian Haji
service

Arina.id-Penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Arab Saudi penting dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk membangun rantai pasokan (supply chain) perekonomian haji secara berkelanjutan. 

Seperti disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kemenhaj Jaenal Effendi. Penguatan tersebut diwujudkan melalui Business Matching Indonesia–Saudi Arabia Partnership Forum 2026 bertema “Building Strategic Partnership for a Sustainable Pilgrim Supply Chain” yang diselenggarakan di Jakarta, Senin.

“Forum ini bukan sekadar mempertemukan pelaku usaha, tetapi menjadi titik awal membangun ekosistem yang solid, sehingga produsen, UMKM, dan eksportir Indonesia dapat memasuki pasar Arab Saudi secara terstruktur dan berkelanjutan. Di sinilah fondasi rantai pasok haji yang kuat mulai dibangun,” katanya, dalam siaran persnya, Selasa 3 Agustus 2026.

Menurut Jaenal, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok berbagai kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Namun potensi tersebut perlu didukung dengan konektivitas, koordinasi, dan kemitraan yang lebih terstruktur agar mampu menembus pasar Arab Saudi secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan selama ini masih berkembang anggapan bahwa kebutuhan katering haji hanya terbatas pada bumbu dan makanan siap saji ready to eat/RTE. Padahal penyelenggaraan katering haji membutuhkan berbagai komoditas pangan, seperti beras, ikan, daging, sayuran, tepung, minyak goreng, rempah segar, produk susu, hingga aneka bahan pangan lainnya.

Mengingat besarnya kebutuhan tersebut, maka membuka peluang bagi sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta industri pangan olahan nasional untuk menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah global.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Ditjen PE2HU mendorong pembentukan konsorsium ekspor yang dikoordinasikan oleh eksportir yang memiliki kompetensi dan kapasitas. Skema ini diharapkan mampu menjamin kualitas dan kesinambungan pasokan sesuai standar Arab Saudi, memberikan kepastian pasar bagi produsen dan UMKM, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Selain itu Ditjen PE2HU mendorong harmonisasi standar halal dan keamanan pangan, pembangunan pusat logistik terpadu, pengembangan sumber daya manusia dan transfer teknologi, serta pembentukan Koridor Makanan Haji Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji.

“Kami ingin membangun ekosistem ekonomi haji yang inklusif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga pelaku industri nasional,” katanya.

Melalui forum tersebut Kemenhaj berharap terjalin kemitraan bisnis yang semakin kuat antara Indonesia dan Arab Saudi, sehingga mampu memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus membangun rantai pasok haji dan umrah yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra Arab Saudi, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen, sekaligus pemasok utama kebutuhan haji dan umrah dunia,” kata Jaenal.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.