Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial

Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial

perspektif-mubadalah-memaknai-aurat-sebagai-kerentanan-sosial
Perspektif Mubadalah Memaknai Aurat sebagai Kerentanan Sosial
service

Mubadalah.id – Perspektif Mubadalah memandang aurat tidak sebagai bagian tubuh yang harus ditutup, melainkan sebagai simbol kerentanan yang dapat menjadi titik lemah suatu kelompok.

Dalam kerangka ini, aurat dimaknai sebagai kondisi rentan, lemah, atau mudah diserang, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk merusak tatanan sosial.

Pemahaman tersebut merujuk pada penggunaan istilah aurat dalam al-Qur’an Surat al-Ahzab ayat 13 yang menggambarkan celah pertahanan suatu kaum yang musuh serang. Makna ini bersifat sosial dan strategis, bukan terbatas pada aspek fisik atau seksual.

Pendekatan tersebut menekankan bahwa istilah aurat dalam teks keagamaan tidak selalu merujuk pada tubuh manusia. Dalam masyarakat masa lalu, misalnya, wilayah perbatasan yang rawan serangan dapat ia sebut aurat karena menjadi titik lemah pertahanan.

Dalam situasi seperti itu, langkah yang lebih tepat bukan menyalahkan wilayah tersebut, melainkan memperkuat perlindungannya. Jika kondisi keamanan berubah dan titik lemah berpindah, maka kategori aurat juga berubah mengikuti situasi.

Penafsiran ini menegaskan bahwa aurat merupakan kategori dinamis yang terkait dengan konteks kerentanan. Bukan identitas yang melekat pada seseorang atau kelompok tertentu.

Dengan demikian, istilah tersebut tidak dapat kita pahami secara sempit sebagai label tetap bagi satu jenis kelamin. Perspektif ini juga menunjukkan bahwa konsep aurat memiliki dimensi sosial yang luas dan berkaitan dengan perlindungan komunitas.

Pendekatan Mubadalah menempatkan pemahaman ini sebagai bagian dari upaya membaca teks agama secara kontekstual. Makna aurat dapat kita pahami sebagai peringatan terhadap adanya kerentanan yang memerlukan penguatan, bukan sebagai dasar untuk memberikan stigma.

Dengan kerangka tersebut, istilah aurat merupakan konsep yang mengarahkan perhatian pada tanggung jawab sosial untuk melindungi titik lemah masyarakat. []

Sumber Tulisan: Makna Aurat dalam Perspektif Mubadalah

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.