London, Arina.id – Perdana Menteri (PM) baru Inggris, Andy Burnham, langsung melakukan perombakan kabinet setelah resmi menggantikan Keir Starmer pada Senin (20/7/2026). Langkah tersebut menjadi sinyal awal kepemimpinannya sekaligus upaya menegaskan arah baru pemerintahan Partai Buruh.
Dikutip dari AFP, sesaat setelah memasuki kantor Perdana Menteri di Downing Street, Burnham mengawali tugasnya dengan melakukan pembicaraan terpisah melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Setelah itu, ia mengumumkan susunan kabinet barunya.
Burnham (56) resmi menjadi kepala pemerintahan setelah bertemu Raja Charles III di Istana Buckingham. Dalam pidato perdananya di depan kediaman resmi Perdana Menteri di Downing Street, ia berjanji membangun kembali sektor industri Inggris, mendesentralisasi kekuasaan dari pemerintah pusat, serta mengakhiri masalah tunawisma.
Ia menilai Inggris perlu menunjukkan kepada dunia bahwa negara tersebut mampu “kembali meraih stabilitas” setelah beberapa tahun terakhir mengalami dinamika politik yang cukup tinggi. Sejak Raja Charles III naik takhta pada 2022, Burnham menjadi perdana menteri keempat yang dilantik dan menjadi perdana menteri ketujuh Inggris dalam kurun sedikit lebih dari satu dekade.
Didampingi istrinya, Marie-France van Heel, Burnham disambut para pendukungnya saat tiba di Downing Street. Dalam pidatonya, ia berjanji membangun “model politik baru” dan “ekonomi baru” bagi Inggris.
Dalam percakapannya dengan Presiden Donald Trump, Burnham menegaskan komitmen Inggris untuk terus memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. Sementara kepada Presiden Volodymyr Zelensky, ia kembali menegaskan dukungan penuh Inggris terhadap Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.
Rombak kabinet
Burnham segera merombak kabinet dengan mencopot sejumlah menteri yang dikenal sebagai loyalis Keir Starmer. Di antaranya Menteri Keuangan Rachel Reeves dan Menteri Luar Negeri David Lammy. Sejumlah menteri lainnya dipindahkan ke posisi baru, sementara beberapa tokoh yang menjadi sekutunya mendapat promosi.
Mantan Menteri Pertahanan John Healey ditunjuk sebagai Menteri Keuangan menggantikan Rachel Reeves. Ed Miliband dipercaya menjabat Menteri Luar Negeri, sedangkan Angela Rayner kembali masuk kabinet. Wes Streeting ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan setelah sebelumnya mengurungkan niat maju melawan Burnham dalam pemilihan Ketua Partai Buruh.
Sementara itu, Shabana Mahmood tetap dipercaya menjabat Menteri Dalam Negeri untuk melanjutkan reformasi kebijakan suaka Inggris yang selama ini menjadi salah satu agenda utama pemerintah.
Fokus ekonomi dan biaya hidup
Dalam pidato singkatnya, Burnham berjanji segera meluncurkan rencana pembangunan selama 10 tahun untuk Inggris. Meski belum merinci isinya, ia mengatakan pemerintah akan lebih dahulu mengumumkan langkah-langkah guna meringankan beban biaya hidup masyarakat.
Ia juga menjadikan penghapusan tunawisma sebagai salah satu instruksi pertamanya. Program tersebut sebelumnya pernah diupayakan Burnham saat menjabat Wali Kota Greater Manchester, meski hasilnya belum sepenuhnya berhasil.
Selain itu, Burnham berjanji mendorong reindustrialisasi Inggris melalui kebijakan pengadaan barang pemerintah, memperbanyak pembangunan rumah rakyat, serta memperkuat peran negara dalam penyediaan layanan dasar agar lebih terjangkau masyarakat.
Menurutnya, Inggris mengambil sejumlah kebijakan yang keliru pada dekade 1980-an. Karena itu, ia ingin mengembalikan sebagian kewenangan dari pemerintah pusat di Westminster kepada daerah agar pembangunan lebih merata.
Tantangan berat
Burnham mengambil alih pemerintahan di tengah berbagai persoalan, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang lemah, tingginya biaya utang pemerintah, membengkaknya anggaran kesejahteraan, hingga meningkatnya jumlah migran ilegal yang menyeberangi Selat Inggris dengan perahu kecil. Kondisi tersebut turut mendorong meningkatnya dukungan terhadap partai sayap kanan Reform UK yang dipimpin Nigel Farage.
Di sisi lain, ketidakpastian harga energi akibat konflik Amerika Serikat-Iran serta hubungan yang dinamis dengan pemerintahan Donald Trump diperkirakan akan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahannya.
Burnham, yang pernah menjadi anggota parlemen pada 2001–2017 dan kemudian menjabat Wali Kota Greater Manchester, kembali ke parlemen sekitar empat pekan lalu setelah dipilih Partai Buruh menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri pada 22 Juni 2026.
Meski Partai Buruh memiliki mayoritas besar di parlemen sehingga Burnham dapat langsung menjadi pemimpin partai sekaligus perdana menteri tanpa pemilihan internal, proses tersebut memunculkan kritik dari partai-partai oposisi. Mereka mempertanyakan legitimasi politik Burnham dan mendesak agar digelar pemilihan umum lebih awal.
Presiden Prancis Emmanuel Macron turut menyampaikan ucapan selamat kepada Burnham. Dalam percakapan melalui telepon, Macron berharap kepemimpinan baru Inggris dapat memberikan momentum baru bagi hubungan Inggris dengan Uni Eropa.





Comments are closed.