Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. RMI PBNU Dorong Pemanfaatan AI dengan Pendekatan Spiritual Pesantren

RMI PBNU Dorong Pemanfaatan AI dengan Pendekatan Spiritual Pesantren

rmi-pbnu-dorong-pemanfaatan-ai-dengan-pendekatan-spiritual-pesantren
RMI PBNU Dorong Pemanfaatan AI dengan Pendekatan Spiritual Pesantren
service

Jakarta, NU Online

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) KH Hodri Arief menegaskan, tidak menganggap kecerdasan buatan (AI) sebagai sesuatu yang bersifat sekunder. Menurutnya, AI dapat menjadi hal yang primer apabila didampingi dengan kecerdasan spiritual yang berkembang di lingkungan pesantren.

“Pesantren perlu mengimbangi pola belajar yang cepat ini dengan memberikan pola belajar yang juga berimbang,” katanya dalam acara AI Teaching Power Impact Forum di Jakarta, pada Senin (29/6/2026).

Kiai Hodri menegaskan bahwa pesantren selama ini telah melakukan berbagai ikhtiar yang luar biasa dalam menghadapi perkembangan zaman. Baginya, para santri tidak boleh hanya mengandalkan AI, melainkan tetap menjaga relasi personal antara santri dan guru.

“Sehingga, di situ, ilmu tidak hanya sebatas transfer keilmuan, tetapi juga transfer emosional,” jelasnya.

Ia menjelaskan, AI yang ada saat ini dapat berkembang sehingga tidak hanya berfungsi menjawab pertanyaan spontan para santri, melainkan juga dapat dikembangkan menyerupai forum bahtsul masail. 

“Sehingga bisa digunakan untuk bertanya tentang masalah-masalah hukum agama. Bisa ditanya ke AI dan itu menjadi sumber alternatif dalam pembahasan hukum Islam,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa masih banyak pesantren yang belum sepenuhnya membuka diri terhadap perangkat teknologi informasi. Baginya, hal tersebut disebabkan kehati-hatian para kiai dalam menerima arus informasi yang sangat deras. 

“Pesantren masih sangat hati-hati dalam membuka diri. Banjir informasi yang tidak bisa dikelola dengan baik bisa memengaruhi para santri untuk berpikir tentang hal-hal yang belum pantas mereka pikirkan,” katanya.

Ia juga mengingat bahwa pesantren memegang prinsip al muhafadhah ‘ala al qadim as shalih wal akhdzu bil jadid al ashlah atau biasa diartikan sebagai bentuk dalam memelihara tradisi lama yang baik, dan mengambil hal baru yang lebih baik.

“Menjaga warisan ilmu, amal, dan budaya yang baik, sekaligus menerima hal-hal baru yang lebih relevan dan bermanfaat bagi kemajuan pesantren,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Hodrie menyebut merupakan perkembangan AI sangat menarik karena mampu memberikan kecepatan dalam belajar. Namun, ia menegaskan, pesantren juga mengenal konsep ma’rifah, yakni bukan sekadar mengetahui, melainkan juga merasakan.

“Artificial intelligence itu memberi tahu kita, tetapi mungkin tidak merasakan apa yang terjadi pada suasana batin kita,” terangnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.