Mubadalah.id – Ada kalanya indung telur tidak melepas satu pun sel telur ke rahim. Kalau ini terjadi, tubuh Anda hanya sedikit memproduksi progesteron, dan perubahan jumlah produksi hormon ini menyebabkan seberapa sering dan seberapa banyak haid Anda ikut berubah.
Gadis-gadis praremaja yang baru saja mendapat haid pertama atau perempuan dewasa yang baru saja berhenti menyusui mungkin saja mendapat haid satu kali setiap beberapa bulan, darah yang keluar hanya sedikit.
Atau justru sebaliknya mengeluarkan lebih banyak darah. Keadaan seperti ini tergolong normal dan akan tertata setelah beberapa lama.
Bila Anda menjalankan program KB hormonal, yakni cara mencegah kehamilan dengan mengendalikan hormon-hormon di tubuh Anda, kadang Anda akan mendapat haid di pertengahan bulan.
Saat Anda mulai menjelang akhir masa subur dan mendekati menopause, barangkali haid Anda akan lebih banyak atau lebih sering ketimbang biasanya.
Tatkala masa menopause sudah sangat dekat, bisa juga haid Anda mendadak terhenti, lalu setelah beberapa bulan Anda mendapat haid lagi. Ini pun tidak perlu dicemaskan karena masih termasuk normal.
Rasa Sakit Sewaktu Haid
Pada saat Anda mendapat haid, rahim Anda “meremas-remas” dindingnya sendiri supaya lapisannya rontok dan bisa bersih kembali.
Inilah penyebab rasa sakit di bagian bawah perut atau di bagian belakang pinggang, yang kadang disebut kram haid. Rasa sakit ini bisa muncul sebelum datangnya haid, bisa juga sesudah darah mulai keluar.
Kiat Meredakan Rasa Sakit Saat Haid
Pertama, gosok-gosoklah bagian bawah perut Anda. Dengan begitu, otot-otot yang tegang akan melemas.
Kedua, isilah sebuah botol plastik bekas minuman, atau alat kompres yang bisa dibeli di apotek, dengan air panas.
Letakkan di bagian bawah perut atau punggung belakang Anda. Bisa juga Anda mengompres perut dengan handuk atau kain yang sudah Anda celup air panas.
Ketiga, di beberapa bagian dunia, perempuan meminum jamu pereda sakit semasa haid, misalnya air jahe, yang bisa direbus di rumah sendiri. Di daerah tempat tinggal Anda pasti ada resep jamu semacam itu. Sebaiknya Anda tanyakan pada nenek, ibu, saudara perempuan, atau tetangga dan teman-teman Anda.
Keempat, bila tidak suka minum jamu, bisa juga Anda meminum obat pereda sakit yang ringan. Yang paling manjur adalah ibuprofen. Tanyakan pada pekerja kesehatan terdekat.
Kelima, cobalah berolahraga dan berjalan-jalan.
Keenam, seandainya rasa sakit tidak kunjung reda, lagi pula darah yang keluar sangat banyak, barangkali Anda bisa meminum pil KB dosis rendah untuk 6–12 bulan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 66.





Comments are closed.