Sun,17 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Politics
  3. Sosok Marsinah, buruh tangguh yang ditetapkan sebagai pahlawan

Sosok Marsinah, buruh tangguh yang ditetapkan sebagai pahlawan

sosok-marsinah,-buruh-tangguh-yang-ditetapkan-sebagai-pahlawan
Sosok Marsinah, buruh tangguh yang ditetapkan sebagai pahlawan
service

Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11), di Istana Negara Jakarta, resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, sosok aktivis buruh yang dikenal berani memperjuangkan hak-hak pekerja.

Marsinah dipandang sebagai simbol keberanian kaum buruh dalam menuntut keadilan. Pada era Orde Baru, para pekerja kerap menghadapi ketimpangan sosial dan perlakuan yang menekan, sehingga perjuangan Marsinah menjadi bukti nyata perlawanan terhadap ketidakadilan tersebut.

Penganugerahan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025, yang menyebutkan terdapat 10 tokoh yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Pengakuan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berkontribusi besar dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, khususnya kalangan pekerja.

Lantas, seperti apa sosok Marsinah yang kini diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo? Berikut profil singkatnya, dirangkum dari beragam sumber terpercaya.

Profil Marsinah

Latar belakang dan pendidikan

Marsinah dikenal sebagai perempuan berjiwa tangguh, lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur. Sejak kecil ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan dibesarkan oleh nenek serta bibi-nya. Meski hidup pas-pasan, ia dikenal gigih dan tidak mudah menyerah.

Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, putri pasangan Mastin dan Sumi­ni. Untuk membantu perekonomian keluarga, masa kecilnya banyak dihabiskan dengan berjualan makanan ringan. Sikap mandiri dan pekerja keras sudah terlihat sejak usia belia.

Pendidikan dasar ditempuh-nya di SD Negeri Karangasem 189, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 5 Nganjuk. Setelah itu ia sempat belajar di Pondok Pesantren Muhammadiyah. Namun, mimpi untuk melanjutkan kuliah harus terhenti karena keterbatasan biaya yang dihadapi keluarganya.

Merantau dan mulai bekerja

Usai menamatkan pendidikan, Marsinah memutuskan merantau ke Surabaya pada tahun 1989. Dengan tekad kuat, ia tinggal di rumah kakaknya, Marsini, sembari mencari pekerjaan. Setelah mengirim lamaran ke berbagai perusahaan, ia sempat bekerja di pabrik plastik SKW di kawasan industri Rungkut.

Tahun berikutnya, 1990, ia diterima bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS), sebuah pabrik jam tangan yang berlokasi di Porong. Di tempat inilah kesadaran Marsinah mengenai hak-hak buruh mulai tumbuh kuat. Ia melihat langsung ketidakadilan yang dialami rekan-rekan pekerja.

Perjuangan menuntut keadilan

Pada tahun 1993, Gubernur Jawa Timur saat itu, Soelarso, menerbitkan Surat Edaran No. 50/Th.1992 tentang kenaikan upah buruh sebesar 20 persen. Namun pihak PT CPS enggan menjalankan kebijakan tersebut. Hal ini memicu kekecewaan buruh dan kemudian memunculkan aksi protes.

Tanggal 3–4 Mei 1993, Marsinah bersama 12 pekerja lainnya berada di garis depan aksi mogok kerja. Mereka menuntut kenaikan upah dan meminta agar SPSI di tingkat pabrik dibubarkan karena dinilai tidak memperjuangkan kepentingan buruh. Aksi itu sempat membuahkan hasil; 11 dari 12 tuntutan mereka disetujui manajemen.

Namun situasi berubah drastis ketika keesokan harinya, 13 pekerja dipanggil ke Kodim Sidoarjo dan dipaksa menandatangani surat pengunduran diri. Mengetahui hal itu, Marsinah berusaha mencari keadilan dengan mendatangi Kodim untuk meminta salinan surat tersebut, berharap nasib rekannya dapat diperjelas.

Penemuan jenazah Marsinah

Usai memperjuangkan nasib rekan-rekannya, Marsinah justru menghilang. Pada 8 Mei 1993, kabar mengejutkan tersebar, yakni ia ditemukan tewas di sebuah gubuk di Desa Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk. Tubuhnya penuh luka dan bekas penyiksaan, menyiratkan kekerasan yang sangat kejam.

Kasus ini mengguncang publik Indonesia dan menjadi simbol kerasnya represi terhadap pekerja pada masa Orde Baru. Investigasi berlangsung panjang, namun fakta tentang pelaku dan motif sebenarnya tak pernah benar-benar terungkap.

Disematkan gelar Pahlawan Nasional

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah menegaskan bahwa perjuangannya tidak sia-sia. Ia dikenang sebagai sosok yang berani bersuara demi hak-hak buruh serta menolak tunduk pada ketidakadilan di dunia kerja.

Meski misteri pembunuhannya belum terpecahkan hingga kini, peristiwa tragis tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah pelanggaran HAM di Indonesia. Nama Marsinah terus hidup sebagai inspirasi bagi para pekerja untuk memperjuangkan martabat dan hak mereka.

Baca juga: KSPI: Gelar pahlawan bagi Marsinah pengakuan negara pada buruh

Baca juga: Nama Marsinah diabadikan sebagai ruang pelayanan HAM di Kemenham

Baca juga: Kakak Marsinah bangga Kapolri peduli ke buruh

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.