Sat,5 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Sulitnya Kota Tangerang Selatan Benahi Tata Kelola Sampah

Sulitnya Kota Tangerang Selatan Benahi Tata Kelola Sampah

sulitnya-kota-tangerang-selatan-benahi-tata-kelola-sampah
Sulitnya Kota Tangerang Selatan Benahi Tata Kelola Sampah
service

Tumpukan-tumpukan  sampah di jalan-jalan utama, pemukiman mewarnai Tangerang Selatan, Banten, sejak Desember lalu hingga kini.  Masalah sampah di Tangel tak kunjung selesai. Saat ini, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang yang kelebihan kapasitas. Kini tutup untuk berbenah, tak pelak sampah ‘menghiasi’ ruas-ruas jalan besar. Sebelumnya, pada 2025,  Pemerintah Tangsel menerima sanksi penyegelan oleh Kementerian Lingkungan/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Sanksi itu karena TPA Tangsel masih open dumping. Pada Desember lalu, beberapa rumah warga yang berdampingan langsung dengan TPA Cipeucang ini terendam banjir. Bahkan terdapat tempat usaha produksi tempe dan tahu juga ikut kena imbasnya. Warga geram, apalagi mereka mengetahui kapasitas penampungan di TPA Cipeucang ini sudah berlebihan. Di bagian lain, warga yang menempati rumah mereka sejak puluhan tahun lalu juga ikut merasakan getir berdampingan dengan TPA. Agus, warga yang tinggal dekat TPA Cipeucang kini merasakan dampak cukup signifikan. “Belum lama dada saya sesak, saya juga ga bisa aktivitas selama satu minggu lebih akibat sampah baunya sudah semakin jadi,” katanya Januari lalu. Pemerintah Tangsel, katanya,  gagal menangani persoalan sampah. Tumpukan sampah di lahan miliknya. Air sumur yang menjadi kebutuhan pokok keluarganya pun tak lagi dapat digunakan. “Saya ada sumur yang tadinya kami pakai untuk mandi, minum dan lainnya. Sekarang sudah tidak dapat lagi karena bau dan kotor akibat air sampah.” Agus berharap,  pemerintah bisa memiliki langkah cepat menangani sampah yang kian menjadi persoalan serius. Dampak cemaran sampah bukan hanya warga sekitar TPA Cipeucag. SetelahTPA tutup warga di tujuh kecamatan pun terdampak. Salah satu di Jalan Raya Otista, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Sampah…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.