Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Temui Korban Kebakaran di Lombok Tengah, Menteri PPPA Nyatakan Kepastian Pemenuhan Hak dan Perlindungan Terpenuhi

Temui Korban Kebakaran di Lombok Tengah, Menteri PPPA Nyatakan Kepastian Pemenuhan Hak dan Perlindungan Terpenuhi

temui-korban-kebakaran-di-lombok-tengah,-menteri-pppa-nyatakan-kepastian-pemenuhan-hak-dan-perlindungan-terpenuhi
Temui Korban Kebakaran di Lombok Tengah, Menteri PPPA Nyatakan Kepastian Pemenuhan Hak dan Perlindungan Terpenuhi
service

Jakarta, NU Online

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi bertemu 2 (dua) anak korban kebakaran yang terjadi di salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (15/7). Pertemuan ini dilakukan guna memastikan penanganan, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak korban berjalan secara optimal dan mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

“Hari ini, saya bertemu langsung 2 (dua) anak korban untuk memastikan pemenuhan hak dan perlindungan mereka terpenuhi dengan baik,” ujar Arifah Fauzi dalam keterangannya kepada NU Online.

Arifah menegaskan pihaknya terus bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait guna mengawal proses pemulihan kedua korban, khususnya dalam aspek kesehatan fisik, kelanjutan pendidikan, hingga kondisi psikologis mereka.

KemenPPPA juga terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk mendorong proses hukum yang sedang berjalan agar diselesaikan secara adil dan transparan. 

“Saat ini, korban beserta keluarganya telah mendapatkan pendampingan intensif dari Pekerja Sosial (Peksos) dan psikolog guna meminimalisasi dampak trauma yang dialami,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, salah satu anak korban masih harus menjalani beberapa tindakan operasi lanjutan untuk memulihkan fungsi tubuhnya. Sementara, anak korban lainnya tengah bersiap untuk menjalani proses fisioterapi secara berkala demi memulihkan mobilitas fisiknya.

Arifa menggarisbawahi urgensi peningkatan sistem keamanan di lingkungan pendidikan. Menteri PPPA pun menekankan pentingnya sinergi dalam Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA) yang dicanangkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

“Melalui Gernas RANA, kami berharap seluruh satuan pendidikan, termasuk pondok pesantren, dapat bertransformasi menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, seksual, maupun kekerasan di ranah digital,” imbuhnya.

Kemen PPPA terus mendorong akselerasi dan implementasi Pesantren Ramah Anak di seluruh Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sebagai bentuk dukungan nyata untuk mempermudah mobilitas serta membangkitkan kembali semangat belajar kedua korban, Kemen PPPA menyerahkan bantuan berupa sepeda listrik. Menteri PPPA juga memberikan motivasi dan dukungan moral langsung kepada kedua anak korban agar tetap tegar, optimis, dan terus berjuang meraih cita-cita mereka.

Arifah kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan berani melapor jika melihat, mendengar, atau mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

“Masyarakat dapat segera melaporkan indikasi kekerasan ke lembaga layanan terdekat, seperti Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), UPTD di bidang sosial, Penyedia Layanan Berbasis Masyarakat, atau kepolisian. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pengaduan gratis melalui Hotline Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau melalui pesan WhatsApp di nomor 08111-129-129,” jelas Menteri PPPA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.