Mubadalah.id – Kanker mulut rahim atau kanker serviks perlu diwaspadai karena perubahan pada jaringan mulut rahim tidak selalu mudah dikenali sejak awal. Kondisi tersebut dapat berkembang tanpa tanda-tanda atau peringatan yang jelas.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui adanya perubahan pada mulut rahim sebelum kondisi berkembang lebih jauh.
Pemeriksaan yang tenaga kesehatan llakukan untuk menemukan adanya jaringan yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim. Pertumbuhan jaringan tersebut dapat berupa displasia ringan, displasia parah, maupun kanker pada tahap awal.
Displasia ringan menunjukkan adanya perubahan sel yang sedikit tidak normal. Sementara itu, displasia parah menunjukkan perubahan sel yang lebih abnormal.
Pada tahap tertentu, pemeriksaan juga dapat menemukan kanker yang masih berada pada tahap awal dan belum menyebar.
Semakin awal perubahan tersebut tenaga kesehatan ketahui, semakin besar kesempatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Karena itu, pemeriksaan tidak hanya ia lakukan ketika seseorang sudah merasakan keluhan. Tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan organ reproduksi.
Tes Pap untuk Mendeteksi Perubahan Sel
Salah satu pemeriksaan yang umum tenaga kesehatan lakukan untuk melacak perubahan pada mulut rahim adalah tes Pap atau Pap smear. Pemeriksaan ini ia lakukan dengan mengambil sedikit sampel jaringan yang terdiri atas sel-sel dari mulut rahim.
Pengambilan sampel petugas kesehatan lakukan ketika pemeriksaan organ reproduksi berlangsung. Proses pengambilan sampel tersebut pada umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.
Setelah medis ambil, sampel jaringan ia kirim ke laboratorium untuk diperiksa menggunakan mikroskop. Pemeriksaan tersebut bertujuan melihat kondisi sel yang terdapat pada sampel dan mengetahui apakah terdapat perubahan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan biasanya tidak dapat diketahui secara langsung karena sampel perlu diperiksa terlebih dahulu di laboratorium. Hasil tes dapat diperoleh setelah beberapa minggu.
Bahkan, hasil pemeriksaan tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan lanjutan atau tidak. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 501.





Comments are closed.