Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Tidur 15-20 Jam Sehari, Kungkang Bukan Pemalas tapi Jagonya Hemat Energi

Tidur 15-20 Jam Sehari, Kungkang Bukan Pemalas tapi Jagonya Hemat Energi

tidur-15-20-jam-sehari,-kungkang-bukan-pemalas-tapi-jagonya-hemat-energi
Tidur 15-20 Jam Sehari, Kungkang Bukan Pemalas tapi Jagonya Hemat Energi
service

Bergerak sangat pelan, menyantap daun, lalu menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Kebiasaan inilah yang membuat kungkang dikenal sebagai hewan pemalas. Bahkan, nama Inggrisnya, sloth, berarti “kemalasan”. Namun, gaya hidup lamban tersebut bukan karena kungkang enggan beraktivitas, melainkan strategi evolusi untuk bertahan dengan energi yang sangat terbatas. Kungkang merupakan mamalia arboreal yang hidup di pepohonan hutan tropis Amerika Tengah dan Amerika Selatan, terutama Brasil, Panama, dan Kosta Rika. Satwa ini berbeda dari kukang, primata nokturnal yang hidup di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Meski sama-sama bergerak lambat dan memiliki nama yang mirip, keduanya berasal dari kelompok berbeda. Kungkang termasuk Ordo Pilosa dan berkerabat dengan trenggiling bersisik serta armadillo. Kelompok mamalia ini telah menghuni Bumi sekitar 65,5 juta tahun. Kungkang sendiri mampu tidur selama 15–20 jam sehari. Penelitian terbaru menemukan bahwa rahasia gaya hidupnya mungkin tersimpan di dalam DNA. Genom kungkang berjari dua (Choloepus didactylus) dipenuhi transposon, potongan DNA yang dapat menyalin diri dan berpindah ke bagian lain dalam genom. Para genetikawan menyebutnya “gen loncat”. Transposon juga terdapat pada mamalia lain, termasuk manusia, tetapi sebagian besar sudah tidak aktif. Pada kungkang, gen-gen ini masih bergerak dan membentuk ulang susunan genom. Banyak diantaranya terhubung dengan mitokondria (bagian sel yang menghasilkan energi) serta jalur metabolisme yang mengatur penggunaan dan penyimpanan energi tubuh. Gen-gen loncat tersebut diperkirakan muncul sekitar 30 juta tahun lalu, tak lama setelah kungkang berpisah dari jalur evolusi trenggiling dan armadillo. Sejak itu, transposon menjadi bagian dari identitas genetik kungkang. Para peneliti menduga gen ini berfungsi sebagai semacam sistem cadangan yang membantu…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.