Malang nian nasib Made. Bersama istri dan tiga anaknya, mereka harus alami tekanan berlipat karena memprotes ambisi pengerukan ore nikel PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Made khawatir, ekspansi tambang hingga hanya berjarak beberapa jengkal dari rumah itu memicu longsor. Apalagi, nyaris semua bagian dinding rumah mengalami retak yang kuat dugaan akibat getaran tanah buntut mobilitas dump truck dan alat berat sepanjang hari. Sayangnya, alih-alih menerima pertanggungjawaban, mereka justru terusir dari rumah setelah bangunan tempat tinggalnya terancam alat berat robohkan. Selasa (2/6/26) malam, sepulang dari tambak, dia mendapati dinding rumah bercoret tulisan: “Rumah Disegel Yayasan CAI” terpajang di dinding tembok. CAI adalah kepanjangan dari Crisis Aid Indonesia, yayasan ini merupakan lembaga sosial dan kemanusiaan yang membantu pendirian rumahnya melalui program bedah rumah. Keesokan harinya, Suardi, mantan Sekretaris Desa Torobulu dan memintanya menemui pihak yayasan. “Kalau mau tinggal di sini silakan berurusan dengan yang segel ini. Kalau tidak, nanti dibongkar rumah ini,” kata Made menirukan perkataan Suardi yang menemuinya Rabu (3/5/26). Made kelimpungan, tak tahu siapa yayasan yang harus dia temui. Apalagi, kantornya di Kota Kendari yang berjarak puluhan kilometer dari tempatnya tinggal. Dia sayangkan aksi penyegelan ketika dia tak ada di rumah. “Ini jelas pelanggaran. Masa mau segel rumah tidak na kasih tahu, sementara masih ditinggali,” keluhnya. Pada hari sama Rabu (3/6/26) sore, giliran sejumlah aparat kepolisian tanpa seragam yang mengendarai roda empat dan motor mendatanginya. Mereka membujuknya bersedia merelokasi tempat tinggalnya. “Pilihannya cari mi tempat (lahan) sendiri terserah di mana. Nanti (mereka) mau…This article was originally published on Mongabay
Nestapa Warga Torobulu Terusir Gara-gara Tambang Nikel
Nestapa Warga Torobulu Terusir Gara-gara Tambang Nikel





Comments are closed.