Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. El Nino “Godzilla” Mengintai: Polusi Udara Berpotensi Memburuk, Kesehatan Warga Terancam

El Nino “Godzilla” Mengintai: Polusi Udara Berpotensi Memburuk, Kesehatan Warga Terancam

el-nino-“godzilla”-mengintai:-polusi-udara-berpotensi-memburuk,-kesehatan-warga-terancam
El Nino “Godzilla” Mengintai: Polusi Udara Berpotensi Memburuk, Kesehatan Warga Terancam
service

Bagi Junaedi dan Yatno, penyapu jalanan di sekitar wilayah Jakarta Timur, polusi udara sudah menjadi paparan yang tak bisa mereka hindari. Saat kemarau datang, batuk dan masalah pernapasan menjadi gangguan kesehatan harian. Biasanya mereka hanya mengobatinya dengan obat warung, tanpa adanya pemeriksaan lanjutan.  Analisis data kualitas udara DLH Jakarta 2025 menyebutkan, dari 365 hari, hanya sekitar 6 hari warga Jakarta menghirup udara dengan kualitas baik, sisanya 259 hari kategori sedang dan 93 hari kategori tidak sehat.  Jika dilihat secara keseluruhan di Indonesia, laporan IQAir 2025 menyebutkan Indonesia berada di peringkat 17 dari 134 negara di dunia dengan kualitas udara terburuk dengan poin 31.4 µg/m³.  BRIN memprediksi Indonesia akan mengalami kemarau panjang dengan potensi fenomena El Nino “Godzilla”, berlangsung dari April hingga Oktober 2026. Dampaknya, situasi ini bisa memperburuk kualitas udara di Jakarta.  “Kondisi udara yang lebih kering saat kemarau membuat polutan partikulat seperti PM2.5 lebih mudah terakumulasi di atmosfer,” kata Dedi Gardesi Asikin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta saat dihubungi Selasa, (26/05/26)  Adapun peringkat tiga teratas penyumbang polusi udara adalah transportasi darat, industri, dan sisa pembakaran sampah. Sumber tersebut berkontribusi secara signifikan terhadap gangguan kesehatan masyarakat yang menyebabkan ISPA, PPOK, jantung iskemik, dan pneumonia.  Budi Haryanto, peneliti RCCC UI, menyebutkan, polusi udara menjadi ancaman serius, tak hanya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, ibu hamil, dan lasia, namun juga bagi mereka yang pekerjaannya harus berinteraksi dengan sumber polusi.  “Polusi udara tidak punya batas wilayah. Emisi dari industri, pembakaran sampah, atau kendaraan bermotor bisa terbawa angin ke mana saja,” ujarnya. …This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.