Dua truk tangki pengangkut minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) keluar dari pabrik PT Gemilang Sawit Lestari (GSL), 8 Agustus 2025. Setelah perjalanan sekitar 16 jam, dua truk CPO masuk ke PT Sari Dumai Sejati (SDS), di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Dalam investigasi yang sudah terbit sebelumnya, Mongabay juga mengikuti truk-truk pembawa sawit segar keluar dari Taman Nasional Tesso Nilo, lalu masuk ke GSL, satu dari puluhan pabrik sawit yang berada di sekitar taman nasional di Riau ini. GSL, merupakan pemasok CPO ke SDS. Anak usaha dari Apical Group ini merupakan perusahaan pengolah minyak sawit menjadi berbagai produk turunan di Riau. Pada Januari 2025, Suhardiman Amby, Bupati Kuantan Singingi, inspeksi mendadak dan temukan dugaan pabrik itu menampung buah dari Tesso Nilo. Waktu itu, dia menegaskan akan menempuh jalur hukum dan kalau terbukti pemerintah kabupaten akan cabut izin pabrik itu. Pada medio Oktober, Suhardiman kembali ke pabrik GSL langsung menyegel perusahaan dan menghentikan sementara pengolahan tandan buah segar (TBS) sawit. Lebih kurang satu bulan penyegelan, pabrik GSL kembali beroperasi. Penyegelan, merespon temuan Tim Pengawasan Terpadu Usaha Perkebunan Sawit, atas aktivitas dan operasional pabrik yang tak sesuai izin. Suhardiman memang membentuk tim ini untuk mengaudit kepatuhan perusahaan perkebunan, maupun pabrik sawit di Kuansing. Tim Terpadu menyimpulkan, GSL melakukan dua pelanggaran, pencemaran lingkungan dan kelebihan kapasitas olahan TBS. Tim tak ada singgung penerimaan buah sawit dari TNTN walau Januari 2025, bupati temukan itu, dan kembali berulang berdasarkan temuan Mongabay 8 Agustus, dua bulan sebelum bupati menyegel pabrik. Mongabay…This article was originally published on Mongabay
Menyelisik Minyak Sawit dari Tesso Nilo sampai ke Pasar Global
Menyelisik Minyak Sawit dari Tesso Nilo sampai ke Pasar Global





Comments are closed.