Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. 5 Jam “Bersama” Harimau Sumatera, Kisah Ranger Leuser Selamat dari Maut

5 Jam “Bersama” Harimau Sumatera, Kisah Ranger Leuser Selamat dari Maut

5-jam-“bersama”-harimau-sumatera,-kisah-ranger-leuser-selamat-dari-maut
5 Jam “Bersama” Harimau Sumatera, Kisah Ranger Leuser Selamat dari Maut
service

Bagi Rusdianto, waktu seolah berhenti sore itu. Tubuhnya terbaring di lantai hutan, dipenuhi luka gigitan dan cakaran. Tiga meter di hadapannya, seekor harimau sumatera terus mengawasi gerakannya. “Saya pasrah. Kalau saya bergerak, ia akan mencakar,” kenangnya, Sabtu (25/7/26). Hampir lima jam, sejak pukul 15.00 WIB hingga malam 20.00 WIB, ranger Forum Konservasi Leuser (FKL) itu, hidup dalam ketidakpastian. Harimau tidak membunuhnya, tetapi juga tidak membiarkannya pergi. Pengalaman itu terjadi 28 Januari 2023, ketika Rusdianto bersama tiga rekannya, Hari Kafri, Ardiman, dan Asyari, patroli rutin di hutan Sempali, Kemukiman Manggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh. Kawasan tersebut bagian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), rumahnya harimau, gajah, badak, dan orangutan sumatera. Tugas mereka memusnahkan jerat, mendokumentasikan keberadaan satwa liar berupa jejak, bekas cakaran, sisa makanan, kotoran, hingga ancaman perburuan. “Setelah istirahat siang, kami melanjutkan perjalanan. Kami tidak pernah memperkirakan malapetaka akan terjadi,” ungkap lelaki asal Desa Koto, Kluet Tengah, Aceh Selatan itu. Inilah harimau sumatera yang menyerang Rusdianto saat di hutan Leuser. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia. Sepanjang perjalanan tidak ada tanda keberadaan satwa besar. Tidak ada jejak harimau, gajah, maupun beruang. Namun, ketenangan itu berubah dalam hitungan detik. Seekor harimau tiba-tiba muncul dari balik pepohonan dan langsung menerjang tim. Semua berusaha menyelamatkan diri. Ada yang lompat ke sungai, manjat pohon, maupun lari mencari bantuan. “Saya sempat melawan. Tapi, setelah harimau menerkam kepala, saya pilih menyerah.” Setelah Rusdianto tidak lagi memberikan perlawanan, harimau betina tersebut menghentikan serangan. Dalam kondisi terluka, Rusdianto tetap sadar, bahkan sempat berpikir jika harimau itu akan memangsanya. “Kalau…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.