Tue,11 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Tradisi Santri Kerja Bakti Ikut Bangun Pesantren, Begini Kata Gus Yahya

Tradisi Santri Kerja Bakti Ikut Bangun Pesantren, Begini Kata Gus Yahya

tradisi-santri-kerja-bakti-ikut-bangun-pesantren,-begini-kata-gus-yahya
Tradisi Santri Kerja Bakti Ikut Bangun Pesantren, Begini Kata Gus Yahya
service

Jakarta, NU Online

Tradisi santri melakukan kerja bakti (roan) membantu proses pembangunan di pesantren menjadi sorotan publik setelah bangunan mushala tiga lantai di asrama putra Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin sore (29/9/2025).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, keterlibatan santri dalam kegiatan pembangunan pesantren bukan bentuk eksploitasi. Karena santri hanya bersifat membantu, pekerjaan utama dalam membangun tetap dilakukan tukang. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan salah satu bagian dari proses edukasi gotong royong di pondok pesantren.

“Santri itu punya tiga hal utama, yaitu tholabul ilmi, tazkiyatun nafs, dan jihad fi sabilillah. Jadi, kegiatan di pesantren bukan hanya belajar untuk mengisi otak dengan pengetahuan, tetapi juga melatih diri dalam berkhidmat, membersihkan jiwa, serta memberikan pelayanan dengan niat yang tulus,” ujar Gus Yahya.

Menurutnya, kerja bakti di lingkungan pesantren sama halnya dengan gotong royong di masyarakat saat membangun sebuah bangunan.

“Kalau kerja bakti, ya sama saja seperti di kampung, bersih-bersih got itu juga kerja bakti. Masa dianggap mempekerjakan orang kampung?” katanya usai kegiatan kick off Hari Santri di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025).

Menurut Gus Yahya, kegiatan membangun gedung di pesantren dilakukan untuk kepentingan para santri sendiri, misalnya pembangunan madrasah atau asrama yang akan mereka gunakan.

“Membuat gedung untuk madrasah itu untuk kegiatan belajar mereka. Membangun kamar-kamar juga untuk tempat tinggal mereka sendiri. Jadi, ini soal tradisi pesantren, bukan soal mempekerjakan santri,” jelasnya.

Ia menegaskan, pesantren bukanlah badan usaha yang mencari keuntungan, melainkan lembaga pengabdian (khidmah) non-profit yang dijalankan dengan ikhlas untuk memberi kesempatan belajar bagi anak-anak.

“Justru hal itu menjadi contoh bagaimana kita menghadapi masa dan tantangan bersama dengan bersatu dan bekerja sama,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.