Mubadalah.id – Herpes zoster atau sinanaga merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus herpes. Penyakit ini biasanya diawali dengan munculnya ruam yang terasa nyeri, kemudian berubah menjadi lepuhan atau bisul kecil yang akhirnya pecah.
Ruam paling sering muncul di sekitar wajah, punggung, atau dada. Penderitanya biasanya merasakan sensasi panas seperti terbakar disertai nyeri yang cukup hebat. Meskipun ruam umumnya sembuh dalam beberapa minggu, rasa nyerinya dapat bertahan lebih lama.
Perawatan
Pertama, oleskan losion calamine sebanyak dua kali sehari untuk membantu mengurangi rasa gatal dan nyeri.
Kedua, jagalah agar ruam atau lepuhan tetap bersih dan kering. Apabila gesekan dengan pakaian menimbulkan rasa perih, balutlah dengan perban yang longgar.
Ketiga, untuk membantu mencegah infeksi pada ruam herpes zoster, oleskan gentian violet pada bagian kulit yang terkena. Apabila ruam telah mengalami infeksi, segera lakukan penanganan sesuai petunjuk medis.
Keempat, Apabila nyeri terasa mengganggu, gunakan obat pereda nyeri sesuai kebutuhan. Dalam beberapa kasus, obat acyclovir juga dapat membantu mempercepat penanganan herpes zoster.
Peringatan! Jangan sampai ruam herpes zoster mengenai atau menyentuh mata karena dapat merusak penglihatan bahkan menyebabkan kebutaan.
Mual dan Muntah
Mual dan muntah yang berlangsung terus-menerus hingga penderita tidak mampu makan atau minum dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah, kekurangan gizi, dan mengalami dehidrasi. Pada sebagian orang yang hidup dengan AIDS, mual dan muntah bahkan dapat berlangsung selama beberapa hari.
Penyebab mual dan muntah dapat berupa:
Pertama, infeksi. Kedua, efek samping obat-obatan tertentu. Ketiga, gangguan pada saluran pencernaan dan lambung. Keempat, infeksi HIV itu sendiri.
Perawatan
Pertama, makanlah makanan kering dalam jumlah sedikit, seperti roti tawar, biskuit, atau kue jagung, terutama segera setelah bangun pada pagi hari.
Kedua, usahakan menghindari aroma makanan yang sedang dimasak. Apabila bau atau tampilan makanan menimbulkan rasa mual, sebaiknya hindari makanan tersebut.
Ketiga, minumlah seduhan mentol, jahe, atau kayu manis dalam jumlah sedikit.
Keempat, isap air jeruk nipis untuk membantu mengurangi rasa mual.
Kelima, berkumurlah dan bersihkan gigi sesering mungkin untuk menghilangkan bau muntahan.
Keenam, usahakan agar udara segar dapat masuk ke dalam rumah maupun kamar tempat pasien beristirahat.
Ketujuh, kompres dahi menggunakan kain yang telah Anda celupkan ke dalam air dingin.
Kedelapan, apabila mual dan muntah disebabkan oleh efek samping obat tertentu, konsultasikan kepada tenaga kesehatan mengenai kemungkinan penggunaan obat pengganti yang lebih aman. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 392.





Comments are closed.