Sat,25 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Batik Jakarta yang Tak Tergerus Masa

Batik Jakarta yang Tak Tergerus Masa

batik-jakarta-yang-tak-tergerus-masa
Batik Jakarta yang Tak Tergerus Masa
service

Budaya Betawi bukan semata-mata hanya lenong, ondel-ondel, bir pletok, dan dodol. Ada Batik Betawi alias Batik Jakarta, yang ternyata di masing-masing wilayah punya corak tersendiri. Istimewanya, membatik yang konon sulit dan membutuhkan kehati-hatian, ternyata dapat dilakukan dengan santai di Galeri Nasional. Batik Jakarta juga menjadi andalan UMKM DKI Jakarta dengan melibatkan perajin ibu-ibu di rusun Otista dan Tambora. 

Ada puluhan peserta yang antusias mengikuti lokakarya batik betawi, dipandu oleh desainer dan fashionpreneur Lily Mariasari Widjaja. Kegiatan menarik ini berlangsung sejak Juni hingga pertengahan Juli, tepatnya setiap Sabtu siang. 

Dengan sabar, Lily membimbing para peserta yang sebagian besar belum pernah membatik. Beberapa gambar contoh motif telah disediakan panitia, mulai dari sepasang ondel-ondel hingga flora dan fauna. Untuk mendapatkan garis motif betawi yang tegas, digunakan ukuran canting tertentu. Sementara racikan malam (lilin khusus) disesuaikan agar dapat menempel kuat pada kain tanpa pecah saat pewarnaan. Setelahnya masuk tahap pencelupan warna. 

Seluruh peserta yang sudah selesai menggaris pola atau motif di kain masing-masing diajak untuk mencelup kain berbentuk bujur sangkar itu ke dalam ember. Ada warna hitam dan merah marun, peserta tinggal pilih, lalu kain yang sudah dicelupkan pewarna dijemur di atas bilah-bilah bambu. 

Dalam cuaca terik, kain-kain itu biasanya kering dalam tempo 1-2 jam. Sesudah itu kain akan disambung dan dijahit menjadi tote bag. Berhubung siang itu sinar matahari Jakarta tak segarang biasanya, maka tote bag baru dapat diambil pekan depan, menyusul lokakarya berikutnya di Galeri Nasional. 

“Saya dari dulu senang membatik, sewaktu SD pernah ikut lomba membatik antarsekolah di Jakarta Timur, kira-kira tahun 2016,” ujar Tika, salah satu peserta asal Otista, Jakarta Timur. Ia tertarik mengikuti workshop karena akhirnya bisa merasakan lagi penggunaan canting.   

Karakteristik Batik Jakarta, Punya Banyak Corak 

Lily Mariasari Widjaja adalah desainer ternama dan fashionpreneur yang dikenal sebagai pemilik label ELEMWE, yang diambil dari singkatan namanya sendiri. Brand ELEMWE didirikan pada tahun 2015 dan fokus mempopulerkan batik dengan motif khas Jakarta. 

Menurutnya, Jakarta memiliki enam corak batik Betawi, sesuai dengan jumlah wilayahnya. Corak batik Betawi juga dinilainya lebih dinamis dibandingkan dengan batik dari Jawa yang sudah ada pakem tertentu.

“Motif batik Jakarta itu lebih dinamis sesuai masyarakatnya dan perkembangan zaman. Percampuran budayanya sudah sedemikian rupa. Tapi setiap wilayah tetap memiliki sejarah, seperti motif gigi balang itu bermakna sebagai penolak bala. Ada riwayatnya jika Jakarta dulu ingin menahan musuh, mereka akan menggunakan ornamen gigi balang. Motif itu bisa dilihat di halte-halte atau di rumah-rumah adat Betawi,” ungkap Lily kepada Alif.id.

Ia menjelaskan enam wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, juga memiliki motif dan warna yang berbeda. Jakarta Barat, misalnya, warna batiknya kuning dengan motif bunga anggrek dan ikan cupang. Sedangkan motif batik di Jakarta Timur adalah bambu dan burung srigunting. 

Di Jakarta Selatan yang marak perkebunan di era kolonial Belanda, motif yang dominan adalah buah kemang. Sedangkan di wilayah timur ada salak condet. Di kawasan pesisir di utara hingga Kepulauan Seribu, motifnya tentu berbeda lagi. 

“Dulu ada pembudidayaan buah kemang di selatan Jakarta, seperti salak condet di Jakarta Timur. Ikon-ikon itu yang diambil dan diangkat ke dalam kain sehingga kita bisa ingat oh kalau mau salak di Jakarta juga ada, di (kawasan) Condet, jadi tak mesti ke Bali. Di utara lebih ke laut, di Tanjung Priok ada lampu-lampu (motif) Koja, atau bunga-bunga seperti ‘nona makan sirih’ atau ‘pacar cina’ yang banyak dijumpai di kawasan pesisir. Itu yang kita lukis pada kain sekaligus memberikan kisahnya,” lanjut Lily.

Di Kepulauan Seribu, motif batik yang diangkat berkaitan dengan hasil-hasil laut. Filosofi yang diangkat adalah pemberdayaan masyarakat dan aktivitas sehari-hari warganya. Maka ada buah kelapa, pohon nyiur, dan hewan-hewan laut. 

“Kita ceritakan ke dunia luar bahwa di sana ada kehidupan,” kata Lily.

Bagaimana dengan Jakarta Pusat, apakah cuma ada Monas, delman, dan ondel-ondel? Ah ternyata ikon Jakarta Pusat adalah daun semanggi! Kata Lily, ada empat pohon semanggi yang ditanam di sana dan dapat dijumpai jika kita berjalan kaki melewati jembatan melingkar tersebut.

Puluhan Tangan Kaum Ibu di Balik Batik Jakarta 

Sebagai binaan dan mitra Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta, Lily yang lulusan LaSalle College Jakarta ini aktif memberdayakan warga –seperti perajin di rusun di Otista dan Tambora, untuk memproduksi kain tenun dan batik Jakarta.

“Pemerintah DKI Jakarta memiliki program untuk memajukan ibu-ibu di rusun Otista, yang terdampak pandemi karena mereka kehilangan pekerjaan. Ibu-ibu kami latih agar memiliki keahlian untuk membuat satu produk yang bisa dijual. Jadi kami mengajarkan cara menenun selama 40 hari. Sedangkan di rusun Tambora di Jakarta Barat itu ada 40 ibu-ibu terdampak pandemi yang akhirnya sekarang kita berdayakan menjadi perajin batik Jakarta. Program ini sudah berjalan sejak 2019,” jelas Lily.

Pembinaan langsung kepada para ibu rumah tangga dan warga rusun bertujuan agar mereka mandiri secara ekonomi melalui kerajinan, mulai dari membatik, menenun, hingga kelas memasak dan mengolah bumbu instan. Jika beruntung dalam kurasi, maka karya-karya mereka akan dipamerkan di galeri Wali Kota sesuai wilayah masing-masing. Ada juga yang menempati booth di sejumlah pusat perbelanjaan, di antaranya Sarinah dan Mall Puri Indah. 

Batik Jakarta Melanglang Buana 

Sebagai bagian dari Dekranasda, Lily lebih banyak mengajar, turun langsung mengajari ibu-ibu di rusun. Dekranasda memiliki galeri sendiri di rusun Otista dan Tambora, di Rawamangun, Pondok Indah, dan Mall Kota Kasablanka. Latar belakang pendidikannya di Esmod dan LaSalle College membuatnya tak kesulitan mengajari kaum ibu untuk membatik dan menenun. 

“Kuliah saya di LaSalle dulu sebetulnya di bidang fashion business, tapi karena komunitas saya orang-orang Jepang dan saat itu mereka tertarik dengan batik akhirnya saya berangkat ke AS pertama kali tahun 2015 dengan membawa batik Cirebon. Sesampai di New York, Bapak Wali Kota Jakarta Timur menelepon dan meminta saya pulang. Dimarahin lah saya, mengapa saya membawa batik orang lain mengapa tak membantu mengembangkan batik betawi?” kisah Lily sambil tertawa. 

Tahun berikutnya ia berangkat lagi ke luar negeri, kali ini ke London dengan membawa batik Jakarta. Saat itu Gubernur DKI masih dijabat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dukungan untuk perajin Batik berlanjut hingga Gubernur Anies Baswedan dan istrinya, Fery Ferhati yang menjabat Ketua Dekranasda DKI Jakarta. Sejak itu, Lily terus keliling dunia dengan membawa batik betawi. 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.