Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Upaya Perempuan dan Generasi Muda Dadap di Tengah Kerusakan Pesisir

Upaya Perempuan dan Generasi Muda Dadap di Tengah Kerusakan Pesisir

upaya-perempuan-dan-generasi-muda-dadap-di-tengah-kerusakan-pesisir
Upaya Perempuan dan Generasi Muda Dadap di Tengah Kerusakan Pesisir
service

  Tangan Ida, cekatan mengupas kerang hijau pagi itu. Perempuan pesisir Dadap, Tangerang, Banten ini memisahkan daging kerang dari cangkangnya lalu memasukkan ke kantong. Sehari Ida bisa “ngopek kerang” 12–15 kilogram dengan upah Rp4.000 untuk sekilogram kerang. Dalam sehari, perempuan dua anak itu hasilkan uang Rp50.000–Rp60.000. “Dari dulu orang Dadap ngopek kerang. Kalo banyak kerangnya hasilnya lebih besar lagi,” katanya saat ditemui Mongabay Indonesia medio Juli 2026. Sepanjang perjalanan mengitari Kampung Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, aktivitas “ngopek kerang” jadi rutinitas perempuan. Pagi hingga sore mereka sibuk mengupas kerang berkarung-karung. Para lelaki memanen kerang dan merebus hingga matang, juga memasang dan merawat keramba jaring. Perahu-perahu nelayan di Pesisir Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Achmad R Azam/Mongabay Indonesia Dulu nelayan tangkap di laut, kini buruh keramba Dadap sebagai penghasil kerang hijau di Jabodetabek. Mereka budidaya kerang hijau dengan metode keramba jaring apung, terbuat dari jeriken-jeriken plastik terikat mengitari perairan. Mayoritas keramba apung punya orang luar sebagai pemodal. Nelayan Dadap hanya menjadi buruh kupas dan mengurus budidaya itu. Bikin keramba perlu modal besar, itu juga alasan nelayan lokal tak memiliki keramba kerang sendiri. Investasi awal untuk budidaya kerang hijau mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Dulu, nelayan Dadap mencari kerang hijau di alam tanpa harus budidaya. Seiring perubahan lanskap pesisir dan Teluk Jakarta, nelayan kini kesulitan mencari kerang di alam. Rico saputra, nelayan Dadap, mengatakan,  pembangunan di pesisir, termasuk reklamasi Teluk Jakarta merusak ekosistem laut. Aktivitas itu membuat laut jadi dangkal dan air tercemar. Hutan mangrove, rumah bagi biota laut termasuk kerang hijau,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.