Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Akhirnya Peta Karang dan Lamun Selesai, Selanjutnya?

Akhirnya Peta Karang dan Lamun Selesai, Selanjutnya?

akhirnya-peta-karang-dan-lamun-selesai,-selanjutnya?
Akhirnya Peta Karang dan Lamun Selesai, Selanjutnya?
service

Akhirnya, Indonesia menyelesaikan penyusunan Peta Karang dan Padang Lamun 2025 dan meluncurkan  resmi 4 Desember lalu. Capaian itu sangat penting untuk menjaga ekosistem laut, sekaligus sebagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan, peta itu menjadi fondasi kuat terkait pengelolaan karbon biru. Ia sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 110/2025 tentang Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca. “Ini bukan sekedar angka, ini adalah fondasi agar setiap kebijakan berbasis pada data yang akurat,” katanya Selain Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai pemimpin dan Indonesian Seagrass Mapping Partnership (ISMP), penyusunan peta itu libatkan sejumlah pihak. Antara lain,  Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Ada juga The University of Queensland Australia, The David Lucille Packard Foundation, selaku penyokong pembiayaan, dan  Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melalui program koralestari dengan pendanaan Global Fund for Coral Reefs (GFCR). Koswara, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP mengatakan, bagi Indonesia, karang dan lamun bukan hanya aset ekologis. Keduanya menjadi fondasi ekonomi dan sosial bagi jutaan masyarakat pesisir. Karang dan padang lamun, katanya, bisa membentuk diri menjadi ekosistem untuk habitat penting spesies ikan dan biota laut. Keduanya juga bisa menjadi penjaga produktivitas perikanan tangkap dan budidaya. Kedua ekosistem itu merupakan aset yang bisa mendorong  perputaran ekonomi bernilai ratusan miliar rupiah per hektare per tahun. Misal,  aktivitas pariwisata dari terumbu karang bisa menjadi sumber pekerjaan dan pendapatan bagi warga lokal. “Secara struktur, karang dan padang lamun yang kompleks mampu…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.