Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya

seksualitas-sebagai-konstruksi-sosial-dan-budaya
Seksualitas sebagai Konstruksi Sosial dan Budaya
service

Mubadalah.id – Pandangan tentang seksualitas sangat dipengaruhi oleh berbagai keyakinan. Ia tidak hanya berkaitan dengan persoalan etika dan nilai-nilai. Tetapi juga terpengaruhi oleh ideologi, kepentingan politik dan ekonomi, serta beragam mitos yang hidup di masyarakat.

Lihat saja misalnya, untuk pasangan beda agama, meskipun secara biologis (seks) mereka sanggup melahirkan anak.

Namun faktanya tak mudah bagi mereka untuk menjalankannya karena terkait bukan semata pada adanya organ reproduski di antara keduanya. Tetapi dengan adanya aturan, keyakinan, kebijakan politik, situasi perang, damai, konflik dan seterusnya.

Kita dapat memungut banyak contoh bagaimana seks dan seskualitas terpengaruhi oleh cara pandang manusia. Jadi, bisa saja secara biologis mereka mampu namun secara sosial, politik menjadi tidak mampu atau karena mitos bisa ia lanjutkan atau tidak.

Itulah seksualitas, ia bicara tentang pengekangan, tabu, mitos, penyangkalan atas hawa nafsu atau hasrat yang sesungguhnya secara alamiah ada pada manusia.

Ia juga mereka sangkal karena terkait dengan dorongan buruk yang ia yakini bersumber dari godaan setan. Cara berpikir serupa ini berpengaruh besar kepada konstruksi pengetahuan kita tentang seksualitas.

Lebih jauh, tradisi Biblika itu terserap kelas menengah yang kemudian memproduksi pengetahuan tentang seksualitas dengan cara pandang Biblika itu.

Pada akhirnya pembahasan soal seks bahkan sampai ke tarap yang hipokrit. Dibenci tapi dicari, ditolak tapi juga ditarik, dianggap tidak ada tetapi dibicarakan dengan sembunyi-sembunyi. []

Sumber tulisan: Buku Kisah Perempuan: Pengalaman Siklus Kehidupan Reproduksi Perempuan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.