KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026. Pada pembukaan sesi I pagi ini, indeks berada di level 8.953,05 atau turun 22,28 poin setara dengan 0,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan kisaran terbatas, sempat menyentuh level tertinggi di 8.978,84 dan terendah di 8.947,77, sebelum kembali bergerak di area 8.950–8.975.
Tekanan jual masih terlihat mendominasi pergerakan pasar, tercermin dari volume dan nilai transaksi yang relatif tipis. Hingga awal sesi, total volume transaksi tercatat sebanyak 12,87 juta lot dengan nilai perdagangan mencapai Rp695,91 miliar dari 100.760 transaksi. Seluruh transaksi tersebut berasal dari pasar reguler dengan volume dan nilai yang sama, mencerminkan masih berhati-hatinya pelaku pasar dalam mengambil posisi di tengah ketidakpastian arah indeks.
Dari sisi aktivitas investor asing, meskipun IHSG bergerak melemah, aliran dana asing secara keseluruhan masih mencatatkan net foreign buy. Data menunjukkan investor asing membukukan pembelian sebesar Rp10,92 triliun dan penjualan Rp10,49 triliun, sehingga tercatat net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp422,21 miliar.
Namun, pada pasar reguler, asing justru mencatatkan net foreign sell tipis, sementara pembelian asing lebih dominan terjadi di pasar tunai dan negosiasi dengan nilai net buy mencapai Rp1,43 triliun. Porsi transaksi domestik masih mendominasi pasar dengan kontribusi 71,05 persen, sedangkan investor asing mengambil porsi sekitar 28,95 persen.
Pergerakan saham individual menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, terutama pada saham-saham lapis dua dan tiga. Saham PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk dengan kode saham MPIX yang bergerak di sektor perdagangan tercatat melonjak 17,65 persen ke level 120.
Saham PT Pakuan Tbk dengan kode saham UANG dari sektor properti juga menguat tajam 17,35 persen ke harga 6.425. Penguatan signifikan juga terlihat pada saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) di sektor barang konsumsi yang naik 12,70 persen ke 284 serta PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) di sektor industri dasar yang menguat 11,11 persen ke level 700.
Sementara itu, saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) dari sektor agribisnis menguat 9,55 persen ke harga 6.025, didorong oleh minat beli yang cukup solid sejak awal sesi.
Di sisi lain, tekanan jual membebani sejumlah saham yang mencatatkan pelemahan cukup dalam. Saham PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) di sektor teknologi terkoreksi 9,94 persen ke level 163.
Saham PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) juga melemah 9,92 persen ke harga 118. Tekanan serupa dialami saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) dari sektor properti yang turun 9,24 persen ke 452, serta PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) di sektor investasi yang terkoreksi 9,15 persen ke level 745. Saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) dari sektor konstruksi juga berada di zona merah dengan penurunan 8,33 persen ke harga 2.200.
Jika ditinjau dari pergerakan sektoral, sektor teknologi menjadi salah satu penopang indeks dengan kenaikan 0,27 persen. Sektor energi juga bergerak positif naik 0,29 persen, sejalan dengan penguatan sejumlah saham berbasis komoditas.
Sektor kesehatan dan transportasi masing-masing mencatatkan kenaikan 0,57 persen dan 0,56 persen, mencerminkan minat selektif investor pada saham-saham defensif dan pemulihan mobilitas. Sektor infrastruktur dan properti bergerak terbatas dengan kenaikan tipis masing-masing 0,04 persen dan 0,06 persen.
Sebaliknya, tekanan paling besar terjadi pada sektor industri yang turun 1,05 persen, diikuti sektor barang baku atau basic industry yang melemah 0,75 persen.
Sektor siklikal juga terkoreksi 0,76 persen, sementara sektor keuangan turun 0,18 persen dan sektor non-siklikal melemah tipis 0,06 persen. Pelemahan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih cenderung menghindari saham-saham yang sensitif terhadap perlambatan ekonomi dan fluktuasi global. (*)





Comments are closed.