Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Etika Komunikasi di Era Digital demi Menjaga Komitmen Pernikahan

Etika Komunikasi di Era Digital demi Menjaga Komitmen Pernikahan

etika-komunikasi-di-era-digital-demi-menjaga-komitmen-pernikahan
Etika Komunikasi di Era Digital demi Menjaga Komitmen Pernikahan
service

Mubadalah.id – Manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial yang tidak dapat melepaskan diri dari interaksi dan relasi dengan orang lain. Hubungan tersebut berlangsung dalam berbagai ranah, mulai dari pekerjaan, kehidupan sosial, aktivitas keagamaan, gerakan komunitas, hingga lingkungan keluarga. Perkembangan teknologi komunikasi turut memperluas intensitas hubungan tersebut.

Dengan perangkat gawai di tangan, seseorang yang berada di dalam rumah sekalipun dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain dari berbagai wilayah dunia. Kondisi ini menunjukkan bahwa interaksi sosial tidak mungkin dihentikan atau dilarang, karena telah menjadi bagian inheren dari kehidupan manusia modern.

Dalam dinamika interaksi tersebut, terdapat kemungkinan munculnya ketertarikan antarpihak. Situasi ini dapat terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja.

Pada satu sisi, seseorang dapat menampilkan pesona tertentu, sementara di sisi lain terdapat pihak yang merespons dengan rasa tertarik.

Bagi seseorang yang telah menikah, ketertarikan semacam ini kadang muncul akibat proses perbandingan dengan pasangan sendiri. Fenomena yang kerap disebut sebagai anggapan bahwa “rumput tetangga tampak lebih hijau” dapat memicu ketidakpuasan emosional.

Jika kondisi tersebut tidak diantisipasi melalui pengendalian diri, interaksi yang semula wajar berpotensi berkembang menjadi persoalan rumah tangga. Dampaknya dapat berupa konflik, pertengkaran, kekerasan domestik, praktik poligami yang problematik, hingga perceraian.

Fenomena ini menjadi perhatian berbagai kajian keagamaan dan sosial karena berkaitan langsung dengan stabilitas keluarga. Para pengkaji menilai bahwa meningkatnya intensitas komunikasi lintas ruang melalui teknologi memperbesar peluang terjadinya kedekatan emosional di luar relasi pernikahan.

Oleh karena itu, sejumlah literatur keislaman menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam menjaga batas interaksi. Prinsip tersebut tidak untuk menutup hubungan sosial. Melainkan untuk memastikan bahwa relasi tetap berlangsung dalam koridor etika, tanggung jawab, serta kesadaran moral.

Pendekatan ini dipandang relevan dengan realitas masyarakat kontemporer yang menuntut keterbukaan komunikasi namun tetap membutuhkan perlindungan terhadap keutuhan relasi keluarga. []

Sumber Tulisan: Kiat Al-Qur’an dalam Mengelola Konflik Rumah Tangga Akibat Pihak Ketiga

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.