Sat,30 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Gerhana Bulan Total Tidak Ada Kaitan dengan Mitos

Gerhana Bulan Total Tidak Ada Kaitan dengan Mitos

gerhana-bulan-total-tidak-ada-kaitan-dengan-mitos
Gerhana Bulan Total Tidak Ada Kaitan dengan Mitos
service

Fenomena Gerhana Bulan Total menyapa langit Indonesia, termasuk di Aceh, pada Selasa (3/3/2026), bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 Hijriah. Masyarakat di Serambi Mekkah dapat menyaksikan peristiwa langit ini selepas waktu berbuka puasa atau sekitar pukul 19.00 WIB hingga 20.14 WIB. Alfirdaus Putra, Ketua Tim Falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Aceh, menjelaskan bahwa gerhana bulan kali ini berlangsung sebelum matahari terbenam. “Namun, di wilayah Aceh, fenomena ini baru dapat diamati setelah bulan terbit di ufuk timur atau sekitar pukul 19.00 WIB. Puncaknya terjadi saat bulan berwarna kemerahan, yang sering disebut Blood Moon,” jelasnya, Selasa (3/3/2026). Berdasarkan data hisab Tim Falakiyah, gerhana diawali fase penumbra pukul 15.44 WIB, disusul gerhana sebagian pukul 16.50 WIB. Fase total saat bulan sepenuhnya berada di dalam bayangan inti (umbra) bumi berlangsung mulai pukul 18.04 WIB hingga 19.02 WIB. “Durasi totalitas sekitar 58 menit. Setelah itu, gerhana kembali memasuki fase sebagian hingga berakhir pukul 20.17 WIB,” kata Alfirdaus. Secara astronomi, Gerhana Bulan Total terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi seluruh permukaan Bulan. Warna merah tembaga muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Gerhana Bulan Total yang terlihat kurang dari lima menit di Aceh. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia Azhari, Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh, mengingatkan masyarakat agar tidak mengaitkan gerhana dengan mitos, musibah, atau pertanda buruk, terlebih karena terjadi pada Bulan Ramadhan. “Gerhana Bulan adalah fenomena alam yang terjadi secara alami. Tidak perlu dikaitkan dengan kematian atau bencana,” jelasnya, Selasa (3/3/2026). Sebagai bagian dari edukasi publik,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.