Paus kepala melon (Peponocephala electra) adalah mamalia laut yang hidup di perairan laut dalam tropis dan subtropis. Uniknya, meski bernama depan paus, namun kepala melon masuk famili lumba-lumba samudera (Delphinidae). Penamaan tersebut tak lepas dari kemiripian fisiknya dengan paus, dan kepala bulat menyerupai buah melon. Di Indonesia, paus kepala melon bisa ditemukan di semua perairan dengan kategori laut dalam. Salah satunya, Laut Banda. Saat muncul ke permukaan, biasanya berkelompok lebih dari tiga individu. Secara morfologi, paus kepala melon memiliki kepala runcing dan kerucut yang akan terlihat segitiga dari atas, dengan warna tubuh dominan abu-abu. Saat dewasa, ia bisa tumbuh hingga 2,75 meter dengan berat berkisar 225 kilogram. Biasanya, jantan lebih berat ketimbang betina saat dewasa dan memiliki kepala lebih bulat, sirip lebih panjang, sirip punggung lebih tinggi, dan ekor lebih lebar. Kematangan fisik paus kepala melon pada usia 13-15 tahun dan hidup hingga 45 tahun. Sekar Mira, peneliti mamalia laut dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan di Indonesia masih banyak yang belum mengenal paus kepala melon. Umumnya, menyebutnya paus pembunuh kerdil (Feresa attenuata). Meski masuk golongan Delphinidae, namun keduanya memiliki perbedaan, yaitu warna putih yang ada di sekitar mulut. Pada paus pembunuh kerdil, warna tersebut menyebar ke sekitar wajah, sementara paus kepala melon tidak. Itu pula yang dialami Sekar saat menjalani ekspesidi OceanX leg 2 belum lama ini. Saat itu, muncul ke permukaan mamalia laut yang diyakini paus kepala melon. Saat berada di lapangan, keyakinan itu belum ada, karena fisiknya mirip mamalia laut lain. “Makanya, paus kepala melon…This article was originally published on Mongabay
Mengapa Paus Kepala Melon Dijuluki Paus Pembunuh Palsu?
Mengapa Paus Kepala Melon Dijuluki Paus Pembunuh Palsu?





Comments are closed.