Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Trauma Bencana, Warga Tolak Tambang Andesit di Sumbar

Trauma Bencana, Warga Tolak Tambang Andesit di Sumbar

trauma-bencana,-warga-tolak-tambang-andesit-di-sumbar
Trauma Bencana, Warga Tolak Tambang Andesit di Sumbar
service

Sebuah ekskavator menggali tanah di pinggir Sungai Batang Kasang, Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, pada Senin (2/3/26) siang. Alat berat itu mengangkut pasir dan batu ke truk merah untuk pengerasan jalan menuju lokasi tambang batu andesit. Tak jauh dari situ, En, lelaki berbadan gempal dengan rambut memutih berdiri berhadapan dengan beberapa orang yang mendukung aktivitas tambang. pria 60 tahun ini  salah satu pemilik tanah yang dilalui kendaraan menuju lokasi tambang. Sekitar empat orang mengelilinginya setelah mengangkat pagar kayu yang sebelumnya terpasang melintang di jalan—sebuah simbol penolakan terhadap aktivitas tambang. “Malu kita dilihat orang luar, ini untuk jalan,” kata salah seorang kepada En. En bersikeras menolak. Jalan itu sebelumnya dia tanami pohon durian dan berpagar. “Kalau untuk jalan tambang saya tidak setuju. Tapi kalau untuk mengantar hasil tanaman atau yang lain, boleh saja,” katanya. Tak lama kemudian, truk yang mengangkut pasir dan batu dari sungai terdekat kembali melintas di atas tanah miliknya. En geram. Namun sendirian saat itu, dia hanya bisa menahan kesal. Satu dari sekitar 14 rumah di pinggir sungai yang khawatir terdampak aktivitas tambang. Foto: Jaka Hendra Baittri/Mongabay Indonesia.  Rita,  ibu rumah tangga di Kasang juga menolak. Bersama 14 keluarga yang tinggal di sekitar Sungai Batang Kasang, dia menolak rencana tambang batu andesit  tak jauh dari sungai itu. Apalagi, November lalu, terjadi di area bukit menuju hulu sungai. Saat mengetahui alat-alat berat perusahaan, Rita  menyampaikan penolakan itu kepada tokoh adat. Usaha itu tak buahkan hasil. Warga, katanya,  pasti akan menjadi pihak pertama yang paling terdampak jika tambang  lanjut. “Kami…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.