Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Rahasia di Balik Bentuk Kaki Rajungan dan Kepiting Bakau

Rahasia di Balik Bentuk Kaki Rajungan dan Kepiting Bakau

rahasia-di-balik-bentuk-kaki-rajungan-dan-kepiting-bakau
Rahasia di Balik Bentuk Kaki Rajungan dan Kepiting Bakau
service

Sekilas, kepiting dan rajungan tampak sama. Namun jika kita jeli, ada perbedaan kecil yang selama ini luput dari perhatian kita yaitu bentuk kaki belakangnya; yang satu runcing, kokoh dan solid, serta yang satunya lagi pipih seperti dayung mini. Perbedaan kecil ini ternyata menyimpan rahasia kedua makhluk ini beradaptasi dengan lingkungannya, dan kini menentukan nasib mereka di tengah tekanan lingkungan yang semakin berat. Rajungan yang dikenal dengan nama ilmiah Portunus pelagicus, memiliki kaki belakang pipih, lebar, dan meruncing di ujung. Bentuknya menyerupai dayung perahu mini. Alam mendesain kaki ini untuk menjadi perenang ulung di laut lepas. Sementara kepiting bakau atau kepiting biasa Scylla spp punya kaki jalan yang kokoh dan runcing, seperti memiliki sepatu bot atau paku bumi yang dirancang untuk mencengkeram lumpur licin dan akar-akar mangrove. Rajungan sering disebut sebagai kepiting perenang ulung yang bisa menjelajah laut lepas, teluk, dan padang lamun. Sedangkan kepiting bakau mendapat julukan petarung darat yang setia pada hutan mangrove yang rimbun. Jenis rajungan karang menyukai substrat berpasir hingga berpasir-berlumpur, pada kedalaman 30-60 meter. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia Dalam sebuah riset berjudul, “A revision of the Portunus pelagicus (Linnaeus, 1758) species complex (Crustacea: Brachyura: Portunidae), with the recognition of four species,” yang ditulis Joelle C. Y. Lai, Peter K. L. Ng, Peter J. F. Davie, menjelaskan bahwa baik rajungan maupun kepiting bakau bukan spesies tunggal, melainkan “kompleks spesies” (species complex) yang terdiri beberapa jenis berbeda. Kompleks spesies merujuk pada sekelompok organisme yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai satu spesies tunggal yang tersebar luas, tetapi sebenarnya terdiri dari beberapa spesies yang berbeda secara taksonomi. Namun, memiliki kemiripan fisik yang tinggi…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.