Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menagih Janji Reforma Agraria

Menagih Janji Reforma Agraria

menagih-janji-reforma-agraria
Menagih Janji Reforma Agraria
service

Reforma agraria yang Pemerintah Indonesia janjikan dari masa ke masa sebatas retorika. Layaknya dramaturgi, pemerintah hanya sibuk menebar janji dengan kebijakan yang dianggap untuk mencapai reforma agraria. Kenyataannya, konflik agraria terus mengalami peningkatan. Masyarakat harus berjuang mendapatkan hak atas tanah, berhadapan dengan korporasi bahkan pemerintah dan berbenturan dengan aparat yang menjadi penjaga. Dewi Kartika, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), mengatakan, setahun terakhir rezim Prabowo Subianto berkuasa bukanlah masa transisi menuju keadilan. Melainkan masa pengukuhan konsesi bagi para elit di atas penderitaan petani dan masyarakat adat. Kebijakan agraria pada tahun pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran, katanya,  menampilkan paradoks kekuasaan. Ironisnya, sebelum menjadi presiden, Prabowo pernah menulis buku “Paradoks Indonesia dan Solusinya”. Alih-alih membongkar paradoks itu, pemerintahan yang dia pimpin justru melestarikan secara sadar. Ibarat pedal gas yang ditekan, katanya, rezim ini terus melaju kencang, tetapi ke arah yang keliru. “Justru semakin menjauhkan cita-cita ataupun bahkan janji politik tentang agenda reforma agraria,” katanya, belum lama ini di Jakarta. Jalur salah ini, katanya,  adalah pilihan politik yang tetap mempertahankan struktur agraria yang timpang. Alih-alih redistribusi tanah kepada petani kecil, pemerintah justru memberikan karpet merah kepada korporasi skala besar melalui berbagai skema investasi. Janji reforma agraria yang termaktub dalam Asta Cita, terutama poin kedua dan keenam dia nilai hanya hiasan retorika tanpa implementasi yang menyentuh akar masalah struktural. Petani dari Deli Serdang menangih janji penyelesaian konflik lahan dengan PTPN II di Jakarta. Foto: KPA Kian meningkat Data KPA, sepanjang 2025 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Terjadi 341 letusan konflik agraria, melonjak 15% dibandingkan 2024. Konflik ini…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.