Yuk, segera follow WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Burung kasuari menjadi salah satu burung terbesar dan paling berbahaya di dunia. Bulu di tubuhnya dominan berwarna hitam legam yang berkilau, namun memiliki ‘mahkota’ khas di kepalanya. Bentuknya seperti tanduk, dikenal dengan casque yang terdiri dari lapisan keratin. Tapi tahukah kamu kalau ada rahasia di balik casque tiap burung kasuari? Saat dua individu bertemu di jalur hutan, mereka tidak langsung menyerang. Sebaliknya, keduanya saling memandang dan ‘membaca’ identitas lawannya. Apakah sejenis, lawan jenis, atau bahkan spesies berbeda. Analisa itu dilihat hanya dari bentuk mahkota yang menghiasi kepalanya. Penelitian terbaru dari jurnal Ornithology (2025) mengungkap bahwa casque tersebut bukan hanya sekadar ornamen aneh, melainkan kode visual yang memungkinkan ketiga spesies kasuari di Papua mempertahankan batas wilayah antara spesies tanpa harus bertarung sengit. Penelitian lain juga menyebutkan casque ini memiliki fungsi yang belum sepenuhnya dipahami, namun diduga berperan dalam komunikasi, termoregulasi, atau perlindungan kepala saat berlari menembus semak belukar. Tinggi kasuari bisa mencapai 1,5 meter dengan bobot mencapai 75 kg. Satwa ini menjadi salah satu burung endemik dari Papua. Ia dikenal sebagai paling berbahaya dan mematikan karena cakarnya dan sifatnya yang agresif bila merasa terancam. Menurut IUCN terdapat 3 spesies kasuari di Indonesia, diantaranya, kasuari Kerdil (Casuarius bennetti), Kasuari Selatan (C. casuarius), dan Kasuari Utara (C. unappendiculatus) dan semuanya memiliki status Least Concern. Ketiganya memiliki perbedaan baik secara morfologi dan persebaran. Seperti apa keunikannya? Ada kurang dari 5.000 burung kasuari yang tersisa di Australia dan masuk dalam daftar spesies…This article was originally published on Mongabay
Kode Rahasia di Kepala Burung Kasuari
Kode Rahasia di Kepala Burung Kasuari





Comments are closed.