Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah

Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah

kerugian-terbesar-seorang-muslim:-punya-waktu-luang-tapi-tak-mendekat-kepada-allah
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
service

Jakarta, NU Online

Kerugian terbesar dalam hidup seorang Muslim bukanlah kehilangan harta, melainkan ketika tidak memanfaatkan waktunya untuk mendekat kepada Allah.

Demikian salah satu pesan yang diulas Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

Gus Mus menerangkan bahwa dalam istilah tasawuf, kerugian (khidzlan) adalah kondisi ketika seseorang tidak memperoleh apa-apa dari hidupnya. Bahkan, kerugian yang paling nyata terjadi saat seseorang memiliki waktu luang, tetapi tidak mengarahkannya untuk beribadah dan mendekat kepada Allah.

“Kerugian yang paling besar adalah ketika seseorang kosong dari kesibukan, tetapi tidak mengarahkan dirinya kepada Allah,” ujarnya sebagaimana dalam tayangan di akun Youtube NU Online, diakses pada Ahad (22/3/2026).

Gus Mus menuturkan bahwa dalam ajaran tasawuf, tujuan akhir kehidupan manusia adalah Allah. Seluruh perjalanan spiritual (suluk) pada hakikatnya merupakan proses menuju kepada-Nya.

Karena itu, ia menilai waktu luang seharusnya menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kedekatan spiritual. Sebaliknya, jika waktu tersebut diabaikan, maka hal itu menjadi kerugian yang sangat besar.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan orang-orang yang sibuk mencari nafkah, seperti pedagang atau nelayan, yang memiliki keterbatasan waktu untuk beribadah. Meski demikian, banyak di antara mereka tetap berupaya menjalankan amalan seperti salat dhuha dan tahajud.

“Namun, jika ada orang yang tidak memiliki pekerjaan, tidak memiliki kesibukan, tetapi tetap tidak menggunakan waktunya untuk mendekat kepada Allah, maka itu adalah kerugian yang sangat besar,” tegasnya.

Gus Mus juga menjelaskan bahwa kondisi hidup manusia berbeda-beda sesuai dengan karunia Allah. Ada yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, sementara yang lain telah tercukupi tanpa harus bersusah payah, misalnya karena memiliki warisan atau sumber penghasilan yang sudah berjalan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kemudahan hidup tersebut sejatinya merupakan peluang untuk lebih fokus beribadah. Jika kesempatan itu tidak dimanfaatkan, maka seseorang termasuk dalam golongan yang merugi.

“Seolah-olah Allah telah memudahkan hidupnya agar ia bisa mendekat kepada-Nya. Tetapi jika tetap tidak dilakukan, maka itu adalah kelalaian yang besar,” ungkapnya dalam pengajian yang membahas Kitab AlHikam karya Syekh Ibnu Athailah As-Sakandari itu.

Lebih lanjut, Gus Mus mengibaratkan perjalanan spiritual seperti seseorang yang hendak berangkat menuju suatu tujuan. Biasanya, seseorang tidak berangkat karena adanya hambatan. Namun, jika semua sarana telah tersedia dan tidak ada hambatan, tetapi tetap tidak berangkat, maka itulah bentuk kerugian yang paling nyata.

“Yang dimaksud berangkat di sini adalah bergerak menuju Allah,” jelasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.