Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kisah Haru Orangutan dan Bayi Kembarnya di Habitat Rusak Kalimantan Timur

Kisah Haru Orangutan dan Bayi Kembarnya di Habitat Rusak Kalimantan Timur

kisah-haru-orangutan-dan-bayi-kembarnya-di-habitat-rusak-kalimantan-timur
Kisah Haru Orangutan dan Bayi Kembarnya di Habitat Rusak Kalimantan Timur
service

Satu individu orangutan betina bersama dua bayi kembarnya ditemukan di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Sabtu (14/2/2026). Ketiganya berada di hutan terfragmentasi yang berbatasan dengan areal kebun sawit dan tambang batubara. Tim BKSDA Kalimantan Timur bersama CAN (Conservation Action Network), melakukan translokasi pada Minggu (15/2/2026). “Habitatnya terfragmentasi, kiri kanan sudah ada kegiatan pembangunan. Kami memutuskan melakukan rescue bersama mitra,” jelas M. Ari Wibawanto, Kepala BKSDA Kaltim, Rabu (4/3/2026). Evakuasi dilakukan bertahap dan terukur. Tim melakukan pengamatan sehari sebelumnya untuk memastikan lokasi sarang. Tindakan penyelamatan dilakukan pagi hari ketika orangutan turun dari pohon. Keselamatan satwa menjadi prioritas utama selama proses berlangsung. Setelah dievakuasi, induk dan kedua bayinya menjalani pemeriksaan kesehatan. “Ketiganya sehat dan tidak ditemukan gangguan fisik berarti. Sang induk masih memiliki kemampuan untuk kembali hidup liar,” jelas Ari. Pada hari yang sama, ketiganya ditranslokasi ke area High Conservation Value (HCV) yang masih berada dalam satu lanskap di Kecamatan Bengalon. Jaraknya, sekitar 30 menit perjalanan darat dari lokasi penemuan. “Kami tidak bisa melepasliarkan terlalu jauh, karena pertimbangan kondisi bayi dan keselamatan induknya.” Ari menegaskan, saat ini masih ada orangutan yang bertahan di sejumlah kantong hutan kecil di tengah tekanan pembangunan. Keterbatasan pakan, air, serta ruang jelajah membuat peluang bertahan hidup orangutan dalam jangka panjang semakin kecil, bila tanpa intervensi penyelamatan. “Translokasi merupakan upaya terakhir. Namun, tekanan habitat tidak memberi banyak pilihan. Saat ini, yang harus diperhatikan adalah bagaimana ekonomi masyarakat tetap jalan, namun kelestarian satwa terjaga,” jelasnya. Orangutan bernama Jane dan dua anak kembarnya hidup di hutan terfragmentasi yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.