Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Petaka Sampah Longsor di Bantargebang

Petaka Sampah Longsor di Bantargebang

petaka-sampah-longsor-di-bantargebang
Petaka Sampah Longsor di Bantargebang
service

Darja tengah memilah sampah plastik dan botol bekas di gunungan sampah Zona 4 Kecil Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, siang itu, 8 Maret lalu. Dia letakkan sampah pilahan itu di lapak beratap terpal biru, sampah tidak terpakai dia buang kembali ke drum penampungan. Berjarak tiga meter dari drum, Darja melihat seorang bocah menaruh barang-barang pilahan di dekat gundukan sampah yang terlihat seperti bekas longsor. Dia lantas memperingatkan bocah itu. “Kok kamu menaruh barang di situ? Itu kan bekas longsor!” Bersebelahan dengan lapak Darja, berdiri warung kecil tepat di seberang gunungan sampah setinggi 50 meter. Di sana, Sumine dan Enda Widayanti, menantunya, melayani pengemudi truk yang menunggu antrean buang sampah. Usai buang sampah, Darja fokus membelah karung dengan gunting. Belum juga putus terbelah karung itu, seketika Darja mendengar teriakan Enda.  “Mang iku!”  Dia menoleh ke kiri. Alangkah terkejutnya dia melihat truk-truk yang sedang mengantre tergulung longsoran sampah,  sebagian ada yang terhempas hingga ke Sungai Ciketing. Darja berlari secepatnya, menjauh dari lokasi. Dia khawatir skala longsor makin meluas, apalagi sebelumnya terlihat bekas longsor di titik lain. Enda sempat menggenggam tangan Darja untuk ikut berlari. Genggamannya terlepas lantaran kaki Enda lebih dulu tertimbun longsoran sampah. Darja makin cepat berlari, dia melompat berkali-kali menghindari gelombang sampah hingga ke lokasi aman. Alat berat di TPA Bantargebang. Foto: Achmad Rizki Muazam/Mongabay Indonesia Dari kejauhan, dengan napas tersengal, Darja tidak melihat lagi Enda dan Sumine. “Warungnya sudah ke-uruk sampah. Lapak saya juga. Titik longsornya banyak,” ujar pria asal Indramayu itu saat ditemui Mongabay di rumahnya,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.