Survei 3 Lembaga: Mayoritas Publik RI Tak Setuju Serangan AS-Israel ke Iran, Bagaimana Hasilnya?
Perang di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mengubah lanskap global saat ini. Perang yang sudah berlagsung selama sebulan lebih ini menimbulkan dampak yang sangat signifikan, utamanya akibat terganggunya supply minyak dan gas ke seluruh dunia.
Dibatasinya Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik paling vital pendistribusian minyak dan gas dunia; sekitar 20 persen, membuat harga minyak melonjak drastis. Kawasan Asia, khususnya Asia Timur yang menjadi salah satu importir terbesar minyak dari Timur Tengah ikut terdampak.
Banyak negara mengecam serangan AS-Israel ke Iran. Masyarakat Inggris, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, dan Prancis misalnya. Publik umumnya menentang serangan AS-Israel ke Iran dan berharap agar pemerintah mereka tidak mendukung keputusan tersebut.
Hal yang sama juga terjadi kepada sekutu AS lainnya seperti Australia dan Jepang. Publik mereka juga banyak yang menentang serangan AS-Israel ke Iran.
Sementara itu, survei yang dilakukan di Israel, sekitar 82 masyarakatnya mendukung keputusan Benjamin Netanyahu untuk menyerang Iran. Sebaliknya, survei CNN dan New York Times, publik Amerika Serikat justru tidak mendukung serangan tersebut (59 persen).
Lalu, bagaimana dengan masyarakat Indonesia? Apakah banyak yang menentang atau justru sebaliknya?
Mayoritas Publik RI Tak Setuju Serangan AS-Israel ke Iran
Faktanya, mayoritas penduduk Indonesia tidak setuju dengan serangan AS dan Israel ke Iran. Hal ini diungkap dalam sebuah survei yang dilakukan tiga lembaga survei terkemuka, yakni Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan SaifulMujani Research & Consulting.
Survei dilakukan pada 12-31 Maret 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 1.066 ini mengambil sampel warga negara Indonesia (WNI) berumur 17 tahun atau lebih atau telah menikah yang memiliki cellphone—80 persen populasi Indonesia.

Tanggapan masyarakat atas serangan AS-Israel ke Iran
Hasil survei yang bertajuk Legitimasi Publik atas Perang Amerika-Israel dan Iran menunjukkan, 60,1 persen masyarakat tidak setuju dengan serangan AS-Israel ke Iran. Kemudian, 23 persen juga menyatakan sangat tidak setuju dengan hal tersebut.
Artinya, 83,1 persen publik Indonesia umumnya tidak setuju/sangat tidak setuju dengan serangan ke Iran. Sementara itu, yang setuju/sangat setuju hanyalah sebesar 4,9 persen, antara setuju dan tidak setuju 7,4 persen, serta yang tidak punya sikap sebesar 4,5 persen.
Lebih lanjut, survei juga menunjukkan jika mayoritas warga, yakni 68,8 persen, menyatakan tidak ingin/sangat tidak ingin meyakinkan orang lain bahwa AS-Israel berada di pihak yang benar dalam perang melawan Iran. Di sisi lain, yang ingin/sangat ingin adalah 13,7 persen, antara ingin dan tidak ingin 10,1 persen, dan yang tidak bersikap 7,4 persen.
Saat publik dihadapkan dengan pertanyaan; “Ada yang berpendapat bahwa Perang Amerika-Israel melawan Iran tak bisa dihindarkan, terpaksa dilakukan Amerika-Israel karena Iran sudah menjadi ancaman nyata akan menyerang Israel dengan senjata nuklir. Seberapa setuju atau tidak setuju Ibu/Bapak dengan pendapat tersebut? (Sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju, atau antara setuju dan tidak setuju? (%)”, mayoritas memilih tidak setuju. 59,4 persen warga tidak setuju/sangat tidak setuju dengan pendapat tersebut.
Hal ini menunjukkan mayoritas bahwa publik Tanah Air tidak mendukung serangan AS-Israel ke Iran. Penolakan ini tidak hanya dipengaruhi oleh dampak perang terhadap dunia, tapi juga pertimbangan rasa kemanusiaan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News




Comments are closed.