Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Awig-Awig dan Jalak Bali: Saat Aturan Adat Lebih Efektif Lindungi Spesies Endemik dari Kepunahan

Awig-Awig dan Jalak Bali: Saat Aturan Adat Lebih Efektif Lindungi Spesies Endemik dari Kepunahan

awig-awig-dan-jalak-bali:-saat-aturan-adat-lebih-efektif-lindungi-spesies-endemik-dari-kepunahan
Awig-Awig dan Jalak Bali: Saat Aturan Adat Lebih Efektif Lindungi Spesies Endemik dari Kepunahan
service

  Dari hanya enam ekor liar pada 2001, jalak bali kini perlahan pulih — setelah gagal lewat pendekatan konservasi top-down, burung endemik Bali ini kembali berbiak berkat keterlibatan masyarakat dan perlindungan berbasis adat. Awig-awig adat terbukti lebih efektif dari hukum formal. Di Nusa Penida, aturan adat mampu menekan perburuan hingga 1.200% lebih efektif dibanding hukum pidana, menjadikan pulau di selatan Bali ini pusat kebangkitan populasi jalak bali. Para mantan pemburu kini beralih profesi menjadi pemandu ekowisata dan penjaga habitat, menunjukkan bahwa konservasi bisa berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Sejumlah desa di Bali Daratan pun kini mulai mengadopsi jalak bali sebagai simbol budaya dan peluang ekonomi, misalnya “Kampung Jalak Bali” di Tengkudak hingga “Segitiga Emas” di Bongan yang memadukan konservasi, budaya, dan pendidikan.   Dua orang pemuda turun dari sepeda motornya di sebuah kebun kelapa yang berada di Pulau Nusa Penida, Bali. Mereka memilah-milah daun kelapa yang gugur, lalu beralih mengamati tajuk pohon. Mereka kemudian menunggu dalam keheningan. Jelang hampir 20 menit berselang, tampak kilatan putih dari sebuah lubang di tajuk kelapa. Seekor curik atau jalak bali (Leucopsar Rothschildi) menjulurkan kepalanya dari rongga pohon dan melesat sebelum ia hinggap di dahan terdekat. Beberapa saat kemudian, pasangannya menyusul. Mereka bergantian merawat sarang dan mencari makan. Sarang lubang alami ini terletak di samping kotak sarang buatan yang menjadi sarang kedua yang pernah tercatat di Nusa Penida. Jalak bali sendiri, adalah salah satu burung paling langka di dunia, dan merupakan endemik di Pulau Bali. Dalam sebuah masa, spesies burung ini pernah hanya tinggal…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.