Thu,28 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Gencatan Senjata Bikin Adem, IHSG Lompat ke Level 7.207

Gencatan Senjata Bikin Adem, IHSG Lompat ke Level 7.207

gencatan-senjata-bikin-adem,-ihsg-lompat-ke-level-7.207
Gencatan Senjata Bikin Adem, IHSG Lompat ke Level 7.207
service

KABARBURSA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Rabu, 8 April 2026, memperlihatkan lonjakan yang tidak hanya besar secara angka, tetapi juga merata secara struktur pasar. 

Indeks melesat 236 poin atau 3,39 persen ke level 7.207, dengan nilai transaksi mencapai Rp12,99 triliun dari volume 268,6 juta lot saham.

Kenaikan ini tidak datang dari satu atau dua sektor saja, melainkan terbentuk dari dorongan yang hampir menyeluruh. Seluruh sektor tercatat berada di zona hijau, dengan sektor basic industry menjadi motor utama setelah melonjak 7,18 persen. 

Pergerakan sektor ini langsung tercermin pada saham-saham dengan kenaikan signifikan seperti BRPT yang melesat 17,12 persen, diikuti IMPC 10 persen, TPIA 5,98 persen, serta TKIM dan INTP yang masing-masing naik di atas 2 persen.

Di sisi lain, pergerakan saham lapis besar dalam indeks LQ45 menunjukkan distribusi kenaikan yang cukup luas. 

Saham-saham seperti BRPT, INCO, AMMN, BUMI, BREN, EXCL, dan BBNI masuk dalam jajaran top gainers. Hal ini memperlihatkan bahwa penguatan tidak hanya terkonsentrasi di sektor tertentu, tetapi juga menyebar ke energi, perbankan, hingga komoditas.

Saham-saham Energi Masuk Top Losers

Namun di tengah penguatan tersebut, masih terdapat tekanan pada sejumlah saham berbasis energi dan komoditas. MEDC, AADI, PTBA, ITMG, hingga UNTR masuk dalam daftar top losers LQ45, menunjukkan adanya tekanan yang lebih spesifik pada kelompok saham yang sensitif terhadap harga energi global. 

Pergerakan ini terjadi seiring dengan penurunan tajam harga minyak pada hari yang sama.

Harga minyak mentah Brent turun 13,3 persen menjadi USD94,76 per barel, sementara WTI terkoreksi 15,2 persen ke USD95,79 per barel. 

Penurunan ini terjadi setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyetujui gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu, dengan syarat pembukaan Selat Hormuz. 

Kawasan tersebut selama ini menjadi jalur sekitar 20 persen distribusi minyak dunia, sehingga setiap perkembangan di wilayah ini langsung tercermin pada harga energi global.

Bursa Asia Serempak Hijau

Perubahan arah harga minyak ini langsung mempengaruhi persepsi risiko di pasar. Tekanan yang sebelumnya datang dari lonjakan harga energi mulai mereda, dan hal ini tercermin pada pergerakan bursa Asia yang juga bergerak serempak di zona positif. 

Indeks Kospi melonjak paling tinggi sebesar 7,40 persen, diikuti Shenzhen 3,87 persen dan Nikkei 3,70 persen. Bahkan indeks utama lain seperti Hang Seng, CSI 300, dan ASX200 turut mencatatkan kenaikan di atas 2 persen.

Pergerakan ini menunjukkan adanya perubahan sentimen yang cukup cepat dari kekhawatiran menuju respons yang lebih positif terhadap risiko global. Penurunan harga energi dipandang sebagai faktor yang dapat meredakan tekanan inflasi, yang pada akhirnya membuka ruang terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih longgar.

Rupiah di Level 17.012

Dinamika tersebut juga tercermin pada pasar mata uang Asia. Mayoritas mata uang regional menguat terhadap dolar AS, dengan baht menguat 1,43 persen, ringgit 1,05 persen, dan dolar Australia 1,33 persen. 

Rupiah sendiri terapresiasi 0,54 persen ke level 17.012 per dolar AS, bergerak sejalan dengan penguatan mata uang kawasan.

Jika ditarik ke dalam konteks IHSG, kombinasi antara penurunan harga minyak, penguatan mata uang regional, dan lonjakan bursa Asia membentuk satu aliran sentimen yang searah. Penguatan indeks pada sesi I tidak hanya didorong oleh faktor domestik, tetapi juga oleh perubahan persepsi global terhadap risiko energi dan stabilitas geopolitik.

Pergerakan sektor basic industry yang menjadi pendorong utama menunjukkan bahwa rotasi sektor juga ikut terjadi dalam satu waktu yang sama. Sementara saham energi mengalami tekanan, sektor lain justru mengambil alih peran sebagai penggerak indeks, menciptakan struktur kenaikan yang lebih merata dalam satu sesi perdagangan.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.