Mubadalah.id – Menjelang waktu kelahiran merupakan saat yang sangat mengkhawatirkan bagi seorang calon ibu. Di samping gambaran kegembiraan yang muncul karena akan mempunyai bayi yang normal, sehat, lincah, dan menyenangkan, terimpit pula rasa ketakutan dengan bayangan sakitnya saat melahirkan.
Untuk itu, beberapa hal harus disiapkan oleh suami istri menjelang kelahiran sang buah hati, di antaranya:
Pertama, kesiapan mental psikologis istri. Suami harus semakin dekat kepada istrinya, sering memberi semangat, menghibur, mengajak membicarakan kebutuhan bayi, pakaian bayi, nama anak, dan lainnya, sehingga istri merasa terhibur dan disayang suaminya.
Kedua, memeriksa dan memelihara payudara agar proses menyusui bayi berjalan normal. Ketiga, persiapan ekonomi dengan mengecek keuangan, dan lainnya.
Keempat, hubungi dokter atau bidan tempat pemeriksaan kehamilan, dan hubungi bidan lain jaga-jaga apabila terjadi halangan pada dokter atau bidan tempat pemeriksaan kehamilan.
Pasca Persalinan, Menyusui, dan Pemberian ASI Eksklusif
Pasca persalinan atau masa nifas dimulai dari keluarnya bayi lahir yang diikuti keluarnya ari-ari (plasenta) sampai rahim pulih kembali. Biasanya kondisi ini berlangsung selama 40 hari.
Menyusui merupakan bagian sangat penting ibu lakukan segera setelah bayi lahir dengan cara “Inisiasi Menyusu Dini (IMD)”. Di mana bayi yang baru saja lahir harus segera menyusu kepada ibunya dalam 1 jam pertama dengan meletakkan bayi di dada ibunya. Hal ini sesuai dengan petunjuk dalam PP No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.
Cara ini untuk memberikan kesempatan kepada bayi untuk mendapatkan air susu pertama yang kita sebut “kolostrum”. Air susu ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir karena mengandung zat kekebalan tubuh bagi bayi. Hal ini untuk melindungi tubuhnya dari berbagai penyakit.
Jangan terpengaruh oleh rumor tidak bertanggung jawab yang menyatakan bahwa air susu yang berwarna agak kuning itu tidak baik untuk bayi atau basi. Oleh karena ia tidak boleh menjadwalkan waktu menyusui bayi, karena kondisi masing-masing bayi sangat berbeda, susui bayi sesering mungkin. []
*)Sumber Tulisan: Buku Fondasi Keluarga Sakinah halm 81





Comments are closed.