Tue,2 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Tak Cukup Galon dan LPG, Aktivis Desak Sistem Guna Ulang Diperluas ke Berbagai Produk

Tak Cukup Galon dan LPG, Aktivis Desak Sistem Guna Ulang Diperluas ke Berbagai Produk

tak-cukup-galon-dan-lpg,-aktivis-desak-sistem-guna-ulang-diperluas-ke-berbagai-produk
Tak Cukup Galon dan LPG, Aktivis Desak Sistem Guna Ulang Diperluas ke Berbagai Produk
service

Jakarta, NU Online

Kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah mulai tumbuh. Namun, perubahan perilaku individu saja dinilai belum cukup tanpa dukungan serius dari industri dan pemerintah. Juru Kampanye Zero Waste Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar, menegaskan bahwa arah kebijakan dan komitmen sektor industri menjadi kunci dalam mendorong sistem guna ulang yang lebih luas.

“Masyarakat sudah mulai sadar dan berubah. Tapi yang lebih penting, industri dan pemerintah mau ke arah mana,” ujarnya dalam diskusi bertajuk Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Menuju Sistem Zero Waste di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Ia mencontohkan praktik guna ulang yang telah lama diterapkan di Indonesia, seperti galon air minum isi ulang dan tabung gas LPG. Dalam sistem ini, konsumen hanya membeli wadah di awal, kemudian menukarnya saat isi habis.

“Contohnya seperti galon isi ulang dan tabung gas LPG. Kita beli kemasan di awal, lalu kalau habis tinggal ditukar,” jelasnya.

Ibar menilai, perubahan perilaku masyarakat selama ini lebih banyak dipicu keterpaksaan akibat keterbatasan pilihan, bukan karena sistem yang mendukung. Kondisi tersebut berpotensi membebani masyarakat, terutama dari sisi ekonomi. “Masyarakat berubah karena tidak punya pilihan,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian masyarakat mulai beradaptasi dengan membawa wadah sendiri, seperti tempat makan dan botol minum. Namun, perubahan tersebut belum diimbangi kebijakan yang melindungi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

“UMKM yang justru terdampak. Pemerintah harus hadir, jangan hanya sebatas mengimbau. Ini momentum untuk berani menerapkan sistem guna ulang secara lebih luas,” tegasnya.

Ibar mengungkapkan, sejumlah regulasi terkait sistem guna ulang sebenarnya telah mulai disusun oleh pemerintah, seperti oleh BPOM dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Namun, implementasinya masih perlu diperkuat dan diperluas.

“Sudah ada aturan soal sistem guna ulang. Tinggal bagaimana itu diperkuat dan diterapkan ke industri, manufaktur, hingga UMKM,” ujarnya.

Senada, Founding Member Asosiasi Guna Ulang Indonesia (AGUNI), Zulfikar, menyampaikan bahwa sistem guna ulang merupakan solusi konkret dari hulu yang realistis diterapkan di Indonesia.

Ia menyebut budaya penggunaan wadah seperti rantang dan tumbler sudah lama dikenal masyarakat. “Guna ulang sangat realistis diterapkan di Indonesia. Kita sudah familiar dengan penggunaan rantang dan tumbler,” ujarnya.

Namun, ia mengakui penerapan sistem guna ulang dalam skala besar masih terbatas pada produk tertentu.

“Untuk produk yang digunakan secara luas, baru galon air minum dan tabung gas yang menerapkan sistem ini. Padahal banyak produk lain yang berpotensi menerapkan guna ulang. Saat ini juga sedang disusun standar global, seperti sistem pencucian dan kemasan,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.