Fri,24 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Opini: Nasib Pari Gergaji di Hari Bumi

Opini: Nasib Pari Gergaji di Hari Bumi

opini:-nasib-pari-gergaji-di-hari-bumi
Opini: Nasib Pari Gergaji di Hari Bumi
service

Pari gergaji (Sawfishes), famili Pristidae merupakan pari yang menyerupai hiu dan memiliki moncong panjang berbentuk gergaji. Dua sirip punggung besar membuatnya sering dianggap hiu dan disebut “hiu gergaji” oleh masyarakat. Moncong panjang berbentuk gergaji adalah hasil evolusi panjang untuk mendeteksi mangsa, terutama saat ikan ini berada di perairan keruh. Pari gergaji mulai mengalami kepunahan bertahap secara global, termasuk di perairan Indonesia. Nusantara dengan kekayaan ekosistemnya merupakan habitat yang sesuai untuk pari gergaji, sekaligus pemilik jenis yang tinggi di masa silam. Tercatat, Indonesia memiliki empat dari lima spesies pari gergaji di dunia. Jenis tersebut adalah pari gergaji gigi besar (Largetooth Sawfish; Pristis pristis), pari kerdil (Dwarf Sawfish; Pristis clavata), pari gergaji hijau (Green Sawfish; Pristis zisjron), dan pari gergaji pendek (Narrow sawfish; Anoxypristis clavata). Pari gergaji ini tertangkap nelayan di Tebing Tinggi Barat, Riau, Jumat (19/1/2018) lalu. Foto: Dok. BPSPL Padang Cerita pari gergaji saat ini hanya banyak didengar dari para tetua masyarakat dan nelayan berpengalaman. Informasi dari sejumlah nelayan mengatakan, pari gergaji sering terlihat pada 1990-an. Artinya, hampir 30 tahun pari ini mengalami penurunan populasi di perairan Indonesia. Harapan muncul dari Semenanjung Malaka, ketika pari gergaji gigi besar ditemukan di Provinsi Riau tahun 2018. Temuan ini menunjukkan bahwa jenis yang disebut “hiu parang” oleh masyarakat Semenanjung Malaka, bukan legenda. Semenanjung Malaka menjadi lokasi kunci untuk menguak fakta menarik, juga menelisik relasi manusia dengan pari gergaji sebelumnya. Berdasarkan keterangan nelayan di sejumlah desa di Riau dan Kepulauan Riau, pari ini pernah menjadi makhluk yang ditakuti. Pari gergaji sering berkamuflase di dasar…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.