Beberapa waktu terakhir, pemberitaan di televisi maupun media sosial seperti TikTok dan Instagram ramai menyoroti kondisi sungai-sungai di Jakarta. Dalam operasi serentak di lima wilayah Provinsi DKI Jakarta, jumlah tangkapan ikan sapu-sapu dilaporkan mencapai 68.880 ekor dengan total berat sekitar 6.979,5 kilogram, atau hampir 7 ton (Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, 2026). Penangkapan ini dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan, sekaligus mengendalikan populasi ikan invasif yang dinilai berpotensi merusak habitat alami sungai. Angka-angka tersebut cepat beredar dan mudah dibaca sebagai capaian. Ada sesuatu yang bisa dihitung, dilaporkan, dan dijadikan indikator bahwa intervensi sedang berlangsung. Dalam batas tertentu, kesan itu memang terbentuk. Namun, ketika perhatian tidak berhenti pada capaian tersebut, melainkan bergeser pada kondisi sungai itu sendiri, gambaran yang muncul menjadi lebih kompleks. Air tetap keruh, bau yang sama masih hadir, dan aliran dari hulu ke hilir terus membawa material yang tidak tersentuh oleh intervensi tersebut. Di titik inilah tampak jarak antara apa yang diangkat dan apa yang selalu tetap tertinggal. Ikan sapu-sapu, yang umumnya merujuk pada Pterygoplichthys spp. (famili Loricariidae) dan dalam penggunaan populer sering disamakan dengan Hypostomus plecostomus, dengan cepat menjadi pusat perhatian. Kelimpahannya tinggi, visibilitasnya kuat, dan ia mudah dijadikan representasi masalah (Armbruster & Page, 2021). Dalam banyak percakapan publik, ia kemudian diposisikan sebagai penyebab utama gangguan ekosistem sungai. Namun, dalam kerangka sosial-ekologis yang lebih luas, penempatan tersebut tidak sepenuhnya memadai. Perubahan pada sungai-sungai di Jakarta merupakan hasil dari proses jangka panjang. Masuknya limbah domestik secara terus-menerus (Rachmawati et al., 2020), peningkatan beban nutrien (Suryono…This article was originally published on Mongabay
Opini: Di Balik Penangkapan Ikan Sapu-sapu: Antara Intervensi dan Pemulihan Sungai
Opini: Di Balik Penangkapan Ikan Sapu-sapu: Antara Intervensi dan Pemulihan Sungai





Comments are closed.