Fri,24 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Eks Kadis Lingkungan Jakarta jadi Tersangka Kasus Longsor Sampah Bantargebang

Eks Kadis Lingkungan Jakarta jadi Tersangka Kasus Longsor Sampah Bantargebang

eks-kadis-lingkungan-jakarta-jadi-tersangka-kasus-longsor-sampah-bantargebang
Eks Kadis Lingkungan Jakarta jadi Tersangka Kasus Longsor Sampah Bantargebang
service

Asep Kuswanto, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta, jadi tersangka kasus longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Atas hal ini, masyarakat sipil mendesak penyidikan hingga kepala daerah, karena Undang-undang 18/2008 menekankan tanggung jawab pucuk pimpinan di daerah sebagai penanggung jawab pengelolaan sampah. Insiden di Bantargebang terjadi pada Maret dan merenggut tujuh korban jiwa. Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup  menjelaskan, pengelolaan sampah di Bantargebang open dumping dan tidak taat prosedur instalasi pengelolaan air limbah. Penetapan tersangka tidak sembarangan. KLH melakukan pengawasan, pembinaan, dan pemberian sanksi administratif terlebih dahulu, bahkan meminta DLH Jakarta memperbaiki tata kelola TPST Bantargebang. “Berdasarkan evaluasi ternyata tidak dipenuhi semua. Akhirnya kami lakukan audit lingkungan. Di audit lingkungan, ternyata, semua yang disyaratkan tidak bisa dipenuhi,” kata Hanif kepada Mongabay  di Jakarta, Selasa (21/4/26). Longsor gunungan sampah menjadi titik balik penegakan hukum, hingga menambah keyakinan penyidik lingkungan hidup untuk menetapkan Asep sebagai tersangka. Menurut dia, pengelola sampah yang dengan sengaja tidak taat UU 18/2008 dapat ancaman penjara lima tahun. Penjara menjadi maksimal 15 tahun dan denda Rp5 miliar- Rp15 miliar jika ada korban jiwa. Dia pun memastikan penyidik lingkungan hidup terus mendalami kasus Bantargebang, bahkan tidak menutup kemungkinan muncul tersangka baru. “Tidak mungkin Pak Kadis (Asep) bekerja sendiri. Tentu ada atas, ada bawah, yang terorganisasi dalam pelaksanaan tata kelola sampah pemerintah Jakarta.” Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup (tengah) bersama Asep Kuswanto (kanan Hanif) pada agenda tahun 2025 lalu. Foto: Achmad Rizki Muazam/Mongabay Indonesia. Kronologi perkara Rizal Irawan, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.