Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Paradigma Antibiotik untuk Akuakultur Harus Digeser ke Vaksin

Paradigma Antibiotik untuk Akuakultur Harus Digeser ke Vaksin

paradigma-antibiotik-untuk-akuakultur-harus-digeser-ke-vaksin
Paradigma Antibiotik untuk Akuakultur Harus Digeser ke Vaksin
service

Selama ini, penggunaan antibiotik masih menjadi pilihan utama dalam pengendalian penyakit. Tak hanya di manusia, tapi juga bagi sektor akuakultur.

Namun, menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Sri Nuryati, pendekatan ini dinilai tidak lagi efektif dalam jangka panjang. Terutama karena meningkatnya risiko resistensi antimikroba serta potensi residu pada produk perikanan.

“Penggunaan antibiotik itu paradigma lama. Harus dikurangi bahkan ditinggalkan, karena dampaknya tidak baik untuk jangka panjang,” ujarnya dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University di Kampus IPB Dramaga, 25 April 2026.

Sri menegaskan masa depan akuakultur harus berorientasi pada sistem yang lebih aman dan berkelanjutan. “Ke depan, akuakultur harus menjamin aspek keamanan pangan dan kesehatan organisme. Paradigmanya bukan lagi mengobati penyakit, tetapi mencegah sejak awal,” kata dia menegaskan.

Ia mengatakan, alternatif pendekatan berbasis pencegahan antara lain pemanfaatan imunostimulan, probiotik, hingga vaksinasi. Negara seperti Norwegia, terbukti berhasil dalam mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik melalui penerapan vaksin.

“Di Norwegia, hampir 99 persen akuakultur sudah tidak menggunakan antibiotik lagi. Mereka beralih ke vaksinasi, dan itu terbukti efektif meningkatkan kelangsungan hidup ikan,” jelasnya.

Vaksin bekerja dengan melatih sistem imun organisme budi daya agar lebih siap menghadapi patogen. “Prinsipnya sama seperti vaksin pada manusia. Organisme dilatih terlebih dahulu, sehingga saat patogen datang, responsnya sudah lebih cepat dan kuat,” katanya.

Menariknya, ucap dia, pengembangan vaksin kini juga mulai diarahkan pada udang, yang sebelumnya dianggap tidak dapat divaksin karena hanya memiliki sistem imun bawaan (innate immunity). Namun, penelitian terbaru menunjukkan adanya mekanisme trained immunity yang memungkinkan udang memberikan respons protektif terhadap infeksi berulang.

Menurut dia, memang dulu dianggap tidak bisa, karena udang tidak punya sel memori. Tapi sekarang kita tahu bahwa imunitasnya bisa dilatih. “Ini membuka peluang besar untuk pengembangan vaksin udang,” ungkapnya.

Di tengah ketidakpastian iklim dan meningkatnya risiko penyakit, transformasi menuju sistem akuakultur berbasis pencegahan dinilai semakin mendesak. Integrasi antara inovasi teknologi, praktik budi daya yang baik, serta kesiapan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor ini.

“Ke depan, kunci utamanya adalah pencegahan. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Itu yang harus menjadi arah pengembangan akuakultur kita,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.